Logo Bloomberg Technoz

Imbas Boikot Produk Israel, KFC Malaysia Tutup 100 Gerainya

Redaksi
30 April 2024 12:20

KFC (Dok. Bloomberg)
KFC (Dok. Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - KFC Malaysia telah menutup sementara gerai-gerainya di negara tersebut, dengan alasan kondisi ekonomi yang sulit, setelah media setempat melaporkan bahwa penutupan tersebut disebabkan oleh boikot atas hubungan jaringan restoran cepat saji tersebut dengan Israel.

Malaysia, sebuah negara dengan mayoritas penduduk Muslim, merupakan pendukung setia Palestina, dan beberapa merek makanan cepat saji Barat di negara ini, seperti halnya di beberapa negara Muslim lainnya, telah menjadi sasaran kampanye boikot atas serangan militer Israel di Gaza.

Melansir Reuters, Selasa (30/4/2024), QSR Brands (M) Holdings Bhd, yang mengoperasikan waralaba KFC dan Pizza Hut di Malaysia, mengatakan pihaknya menutup sementara gerai-gerai KFC "sebagai tanggapan atas kondisi ekonomi yang menantang".

"QSR Brands dan KFC Malaysia telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk menutup sementara gerai-gerai sebagai cara untuk mengelola biaya bisnis yang meningkat dan fokus pada zona-zona perdagangan dengan tingkat keterlibatan yang tinggi," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan pada Senin. Pernyataan tersebut tidak menanggapi laporan-laporan media.

Tidak disebutkan berapa banyak toko yang terkena dampak, tetapi media lokal melaporkan lebih dari 100 gerai ditutup untuk sementara.