Logo Bloomberg Technoz

Pertalite/Pertamax Mau Diganti Bioetanol, Cukai Jadi Hambatan

Dovana Hasiana
26 April 2024 11:00

Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Petugas bekerja di SPBU Pertamina Rest Area Tol Tangerang-Jakarta KM 14, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan pembahasan mengenai penyesuaian cukai etanol, yang akan digunakan sebagai bahan baku bauran bioetanol untuk bahan bakar ramah lingkungan pengganti Pertalite/Pertamax, masih dilakukan.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukkan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan permasalahan cukai etanol tersebut belum diselesaikan oleh kementerian terkait, yang dalam hal ini adalah Kementerian Keuangan.

Menurut Eniya, penyesuaian terhadap kebijakan cukai perlu dilakukan karena etanol belum pernah diperdagangkan sebagai bahan baku bahan bakar, melainkan hanya untuk bahan baku lain seperti alkohol.

“Ini cukai masih belum dibereskan oleh kementerian terkait. Usulan kita untuk membereskan terlebih dahulu nanti cukainya,” ujar Eniya kepada Bloomberg Technoz, Kamis (25/4/2024).

Ilustrasi bahan bakar berbasis bauran bioetanol./Bloomberg-Si Barber

Eniya menggarisbawahi pembahasan tentang cukai harus dimulai seiring dengan rencana pengembangan bioetanol berbasis tebu. “Kalau itu akan diterapkan dan pabrik etanol juga akan dibangun, kalau arahnya adalah untuk ke bahan bakar pembahasan tentang cukai harus sudah dimulai.”