Logo Bloomberg Technoz

RI Rawan Gangguan Produksi, ESDM Akhirnya Restui 107 RKAB Nikel

Redaksi
19 March 2024 13:10

Kompleks pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Selasa (7/3/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)
Kompleks pengolahan nikel yang dioperasikan oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Maluku Utara, Selasa (7/3/2023). (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi telah menyetujui pengajuan 107 rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) untuk tambang nikel sampai dengan 18 Maret 2024.

Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Bambang Suswantono memaparkan total RKAB sektor pertambangan mineral yang telah disetujui sampai dengan saat ini adalah untuk 191 perusahaan.

Dalam laporannya kepada Komisi VII DPR RI, Selasa (19/3/2024), Bambang mengelaborasi RKAB tambang mineral yang paling banyak disetujui adalah nikel sejumlah 107, bauksit 19, timah 12, tembaga 2, emas dan perak 19, konsentrat besi 23, dan bijih galena 1.

Adapun, total kapasitas produksi untuk 107 RKAB nikel yang disetujui adalah 152,61 juta ton untuk periode 2024—2026. 

Produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) di pabrik pengolahan nikel./Bloomberg-Dimas Ardian


Sementara itu, kapasitas untuk bauksit pada rentang yang sama mencapai 15,87 juta ton, timah 44,48 juta ton, tembaga 99,24 juta ton, emas 20.711 kg, perak 112.508 kg, konsentrat besi 6,45 juta ton, dan bijih galena 243.310 ton.