Logo Bloomberg Technoz

Kemudian, emiten sektor konsumer hari ini juga menurun seperti saham Kalbe Farma (KLBF) dan Sido Muncul (SIDO). Hal itu dipengaruhi oleh pelemahan rupiah di kisaran Rp15.630/US$ yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun. 

Atas kondisi tersebut, Steven merekomendasikan untuk melepas saham UNVR karena melihat kinerjanya yang semakin terpuruk. Investor tidak perlu menahan saham UNVR karena berpotensi rugi.

“Semestinya sentimennya sudah bisa diantisipasi pelaku pasar. Daripada masuk ke saham UNVR mending ke emiten saham Poultry (peternakan) karena penurunan kinerja Unilever kan sudah lama bukan baru-baru ini,” ujarnya.

Saham-saham emiten poultry yang direkomendasikan Steven yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).

Seperti diketahui, saham UNVR ambles 3,35% ke harga Rp2.600/saham. Sepanjang hari, pergerakan saham Unilever bergerak pada rentang Rp2.690–Rp2.600/saham.

Dengan kapitalisasi pasar saat ini hanya Rp99,19 triliun. Terkikis sejak awal tahun yang kala itu sempat mencapai Rp134,67 triliun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia saham UNVR ditransaksikan sebanyak 4.570 kali dengan volume sebesar 13,28 juta saham, dan nilai transaksinya mencapai Rp34,91 miliar.

Saham UNVR juga sudah terkoreksi mencapai 18,75% dalam sebulan ini. Adapun sejak awal tahun saham Unilever Indonesia drop hingga 26,35%.

Salah satu sebab koreksinya saham UNVR yang begitu masif ialah efek secara langsung dari cerminan fundamental dan sentimen yang negatif di pasar terhadap Perusahaan.

UNVR mencatatkan kinerja yang kurang memuaskan di sepanjang tahun 2023, di mana penjualan Unilever drop mencapai 6,1% yoy, yang jauh di bawah estimasi dan juga konsensus pasar.

(mfd/spt)

No more pages