Logo Bloomberg Technoz

Pemerintah menjelaskan bahwa mereka juga menanggapi tantangan lain. Serangan AS pada Sabtu (3/2) menargetkan Houthi yang berbasis di Yaman yang telah mengganggu perdagangan global via Laut Merah. AS menghantam fasilitas penyimpanan senjata Houthi di bawah tanah, dan mengatakan tidak hanya menargetkan yang merupakan ancaman langsung.

Daftar target yang semakin meluas menunjukkan AS sedang memperluas lingkup operasi militernya. Dalam wawancara dengan CNN, Sullivan menolak untuk mengesampingkan "aktivitas apa pun di mana pun," temasuk di Iran sendiri.

Serangan pada Jumat malam di Suriah dan Irak "dirancang untuk menunjukkan, baik secara politik di dalam negeri maupun di kawasan, bahwa kami memiliki kapasitan dan kemampuan untuk menyerang mereka dengan keras" sambil memastikan tidak ada eskalasi yang lebih luas, kata Aaron David Miller, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri yang bekerja di Carnegie Endowment for Inernational Peace.

Seorang sumber pejabat senior pemerintah bersikeras bahwa Biden tidak terlibat lebih jauh ke dalam konflik Timur Tengah. Dia mengatakan penilaian AS sejauh ini adalah bahwa serangan di Yaman, Irak, dan Suriah efektif dalam menurunkan kemampuan kelompok tersebut dan kemampuan untuk memasok senjata.

Komando Pusat AS mengatakan pasukannya membela diri pada Minggu terhadap setidaknya 5 rudal jelajah anti-kapal terhadap Houthi "yang bersiap untuk diluncurkan ke kapal-kapal di Laut Merah." Dalam pernyataannya, Komando Pusat juga mengatakan pasukan AS melakukan serangan terhadap rudal jelajah serangan darat Houthi.

Pada saat yang sama, sumber lain mengatakan AS melihat Houthi beradaptasi. Kelompok tersebut semakin pandai menargetkan kapal meskipun mereka belum bisa mengatasi pertahanan AS.

Daftar kelompok militan di Timur Tengah yang terafiliasi dengan Iran./dok. Bloomberg

Meskipun AS melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman, kelompok tersebut saat ini menyatakan tidak gentar. Ali Al-Kahoum, anggota dewan politik Houthi, mengatakan sekarang terjadi "perang terbuka" dan Houthi memiliki kemampuan militer untuk menyerang balik. Ini membuka kemungkinan eskalasi yang lebih besar dan menunjukkan pesan AS tidak tersampaikan.

Bahkan saat AS merencanakan lebih banyak serangan, mereka mendorong kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar untuk gencatan senjata Hamas dan Israel. Sebagai imbalan atas gencatan senjata yang diperpanjang, Hamas akan setuju untuk membebaskan sebagian besar dari hampir 140 sandera yang masih ditahan. 

Menteri Luar Negeri Antony Blinken akan kembali ke wilayah tersebut pada Minggu malam dalam tur kelimanya ke Timur Tengah sejak perang pecah pada Oktober. Dia berencana bertemu dengan para pemimpin di Israel, Mesir, Arab Saudi, dan Qatar.

Dia ingin mendorong lebih banyak kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata, juga meningkatkan dukungan untuk serangan yang dipimpin oleh AS. Meskipun begitu, beberapa mitranya merasa tidak nyaman dengan kecepatan dan intensitas serangan-serangan tersebut.

Blinken tidak melihat serangan-serangan terhadap sasaran yang terkait Iran akan mempengaruhi peluang tercapainya gencatan senjata dan pembebasan sandera Israel yang disandera oleh Hamas. Dia juga yakin angka kematian warga sipil di Gaza masih terlalu tinggi. Kesepakatan untuk menghentikan pertempuran dapat membantu mengurangi angka tersebut.

Menteri Luar Negeri Irak memanggil diplomat senior AS, David Burger, untuk memprotes serangan terhadap aset Iran. Meski demikian, pejabat AS mengatakan konsensus internasional ada di pihak mereka.

Menurut seorang pejabat regional yang meminta tidak disebutkan namanya, sekutu-sekutu Arab Washington di Timur Tengah mendukung tanggapan militer AS dan mengakui bahwa AS tidak dapat mentolerir serangan terhadap pasukannya.

Namun, di Eropa, ada keraguan tentang tindakan AS. Setelah pertemuan informal menteri luar negeri di Brussel pada hari Sabtu, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan para menteri telah menyatakan "kekhawatiran serius" tentang serangan udara AS sehari sebelumnya.

"Kapan saja dalam serangkaian serangan dan serangan balik ini, percikan dapat menciptakan insiden yang lebih besar," kata Borrell.

Mantan pejabat dan analis AS mengatakan bahwa strategi tim Biden tampaknya dirancang dengan jelas untuk mengirim pesan tanpa memicu eskalasi yang dapat menyebabkan konflik langsung dengan Teheran.

"Jika Anda melihat kebijakan ini secara keseluruhan, ada tujuan akhir yaitu mencoba menghukum pasukan proksi Iran sambil menghindari dampak langsung terhadap Iran. Apakah itu biaya militer, ekonomi, atau politik," kata Richard Goldberg, yang bertugas di Dewan Keamanan Nasional mantan Presiden Donald Trump dan sekarang menjadi penasihat senior di Foundation for Defense of Democracies.

Tapi, dia berkata, "Iran sudah meningkatkan ketegangan - dan meskipun tidak pernah mudah untuk mengembalikan keadaan seperti semula, alternatifnya adalah kekacauan, kekerasan, dan gangguan yang tidak pernah berakhir."

(bbn)

No more pages