Logo Bloomberg Technoz

"Siklus moneter yang ketat sering berakhir secara tiba-tiba ketika 'Ada sesuatu yang rusak', dan memicu krisis keuangan," kata Ed Yardeni, Founder dari Yardeni Research.

"Jika kejadian runtuhnya Silicon Valley Bank adalah sesuatu yang dimaksud, itu bisa berarti siklus ketat (The Fed) berakhir lebih cepat, dan imbal hasil obligasi telah mencapai puncaknya. Kami tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa itu kasusnya, tetapi dapat mengatakan bahwa kegagalan tersebut seharusnya menjaga sektor teknologi terperangkap dalam resesi berkelanjutan untuk waktu yang lebih lama," lanjutnya.

Pasar Saham Asia berpotensi bergerak pada zona merah, dan bisa saja ditutup pada level terendah sejak awal Januari, dengan data sementara ini saham-saham Australia dan Jepang diperdagangkan lebih rendah dari sebelumnya.

Investor juga akan memantau bagaimana pasar saham China bereaksi terhadap berita Gubernur Bank Sentral, Yi Gang, tetap menjabat, begitu juga dengan Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Kelanjutan ini mungkin disambut baik oleh investor yang telah semakin sensitif terhadap risiko kebijakan dari Beijing.

Pergerakan pasar saham pada Senin ini terjadi setelah berbagai aset risiko tinggi terpuruk pada pekan lalu, dengan acuannya adalah saham-saham perbankan AS yang mengalami pekan terburuk sejak September. "Fear gauge" Wall Street melonjak, dengan Indeks Volatilitas Cboe mencapai tertinggi tahun ini.

Kecemasan juga tengah meningkat jelang laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pada pekan ini, terutama setelah Ketua The Fed Jerome Powell  menekankan bahwa perpindahan ke laju ketat yang lebih cepat akan didasarkan pada "keseluruhan data."

"Ini akan membawa kembali kepercayaan ke pasar saham. Tetapi dari sudut pandang The Fed, ada bahaya tambahan yang perlu ditinjau, yang tentunya akan memakan waktu," kata Carol Pepper dari Pepper International di Bloomberg TV.

"Jadi saya berharap ini akan membantu mereka memiliki alasan yang baik untuk berhenti (siklus ketat) karena sejujurnya menciptakan stabilitas keuangan adalah pekerjaan nomor satu The Fed," pungkasnya.

Harga minyak meningkat karena sentimen positif yang dibawa oleh Otoritas Keuangan AS terkait SVB, sementara harga emas naik karena daya tariknya sebagai tempat yang aman. Harga aset Bitcoin juga naik, mencerminkan kelegaan di kalangan investor.

(bbn)

No more pages