Logo Bloomberg Technoz

Alasan Bukalapak Baru Pakai 36% Dana IPO

Muhammad Julian Fadli
09 March 2023 21:58

Ilustrasi Bukalapak (Tangkapan Layar Paparan Presentasi Perseroan)
Ilustrasi Bukalapak (Tangkapan Layar Paparan Presentasi Perseroan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) memberi tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) kenapa dana asil penawaran umum perdana saham  atau atau Initial Public Offering (IPO) perseroan yang belum digunakan maksimal. Diketahui BUKA masih menyimpan dana IPO sebesar Rp 13,5 triliun pada instrumen investasi rendah risiko, seperti deposito.

Direktur sekaligus Corporate Secretary Bukalapak Teddy Nuryanto Oetomo menjelaskan, pihaknya selalu menerapkan prinsip kehati-hatian. Pihak manajemen terus mengkaji dan menelaah potensi-potensi serta kesempatan-kesempatan yang tersedia, dan sejalan dengan tujuan BUKA dan entitas anak.

“Saat ini strategi manajemen perseroan fokus pada pertumbuhan perseroan dan entitas anak sehingga perseroan dan entitas anak dapat tumbuh lebih baik kedepannya dan dapat berkembang secara berkesinambungan sehingga bisa memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan, terutama pemegang saham,” jelasnya.

BUKA baru menggunakan dana hasil IPO sebesar Rp 7,81 triliun atau hanya 36% dari total keseluruhan dana hasil IPO sebesar Rp 21,32 triliun. Sedangkan, sebagian dana yang belum direalisasikan sebesar Rp 13,5 triliun BUKA tempatkan  di berbagai instrumen investasi rendah risiko, antara lain deposito, giro, reksa dana, dan obligasi.

Perseroan menjelaskan, penempatan dana IPO yang diinvestasikan sementara tetap memperhatikan keamanan dan likuiditas. Penempatan dana IPO juga diklaim dapat memberikan keuntungan finansial yang wajar bagi dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.