Logo Bloomberg Technoz

Untuk kelompok minuman etil alkohol, dasar penggolongannya merupakan kadar etil alkohol hasil pengukuran suhu 20 derajat celcius dan merupakan perbandingan antara volume etil alkohol dengan volume minuman mengandung etil alkohol.

"Besaran nilai cukai dihitung berdasarkan tarif cukai dalam satuan liter atau gram," demikian tertulis dalam aturan terbaru.

Berikut perbedaan tarif cukai minuman beralkohol dulu dan sekarang:

Minuman Etil Alkohol

Dulu: Etil alkohol dengan kadar berapapun, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri/impor dikenakan tarif cukai Rp20.000 per liter.

Sekarang: Etil alkohol dengan kadar berapapun, baik produksi dalam negeri maupun luar negeri/impor dikenakan tarif cukai Rp20.000 per liter.

Minuman Mengandung Etil Alkohol

Dulu

  • Golongan A dengan kadar alkohol sampai 5% produksi dalam negeri dan impor Rp15.000 per liter.
  • Golongan B dengan kadar alkohol 5%-20% produksi dalam negeri Rp33.000 per liter.
  • Golongan B dengan kadar alkohol produksi impor Rp44.000 per liter.
  • Golongan C dengan kadar 20%-55% dalam negeri Rp80.000 per liter.
  • Golongan C dengan kadar 20%-55% impor Rp139.000 per liter.

Sekarang

  • Golongan A dengan kadar alkohol sampai 5% produksi dalam negeri dan impor Rp16.500 per liter.
  • Golongan B dengan kadar alkohol 5%-20% produksi dalam negeri Rp42.500 per liter.
  • Golongan B dengan kadar alkohol produksi impor Rp53.000 per liter.
  • Golongan C dengan kadar 20%-55% dalam negeri Rp101.000 per liter.
  • Golongan C dengan kadar 20%-55% impor Rp152.000 per liter.

Konsentrat Mengandung Etil Alkohol

Dulu

  • Berbentuk cairan dan padatan produksi dalam negeri dan impor Rp.1000 per gram

Sekarang

  • Berbentuk cairan produksi dalam negeri dan impor Rp288.000 per liter
  • Berbentuk padatan produksi dalam negeri dan impor Rp.1000 per gram

(lav)

No more pages