Logo Bloomberg Technoz

Data-data di atas seirama dengan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang akan terus tidak akan mengubah arah kebijakannya sampai inflasi mereda secara signifikan. Suku bunga akan tetap tinggi untuk beberapa waktu ke depan (higher for longer).

Sementara itu, sentimen dari dalam negeri berasal dari Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 16 Februari 2023. Gubernur Perry Warjiyo dan rekan memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%.

Kemudian sentimen selanjutnya datang dari pernyataan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, yang memaparkan setidaknya ada dua hal penting yang harus diwaspadai pada 2023. Pertama adalah harga komoditas ekspor utama Indonesia yang kini cenderung turun. Faktor kedua adalah menjaga inflasi. Dengan catatan saat ini inflasi masih bertahan di level tinggi. 

Berdasarkan data terkini, BPS melaporkan data inflasi Indonesia pada Februari 2023 sebesar 0,16% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sedangkan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) ada di 5,47%. Laju inflasi tahunan tersebut mengalami akselerasi, di mana pada Januari 2023, inflasi Indonesia tercatat 5,28%.

Pelemahan nilai tukar bukan hanya terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Bloomberg, pelemahan juga terjadi pada pergerakan nilai tukar mata uang regional terhadap perkasanya dolar AS.

Dolar Singapura tercatat melemah 2,6%. Senada, mata uang ringgit Malaysia melemah mendekati angka 4%, yen Jepang juga tercatat melemah 4,4%, dan won Korea Selatan terdepresiasi 6,9%.

Analisis Teknikal

Analisis Teknikal Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Data Rabu 1/3/2023 (Riset Bloomberg Technoz)

Jika mencermati pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan analisis teknikal, terlihat rupiah dalam jangka pendek terkonfirmasi sedang dalam tekanan.

Secara tren, rupiah saat ini bergerak sideways dengan kecenderungan bergerak melemah di atas MA-5-nya. Dengan pergerakan yang sangat terbatas di antara level Rp 15.170-Rp 15.280/US$. Secara kesimpulan, rupiah masih akan bergerak di atas level support Rp 15.050/US$.

Sebagai gambaran, MA (Moving Average) merupakan indikator harga rata-rata dalam rentang waktu tertentu, yang kemudian dihubungkan ke dalam bentuk garis, guna menentukan area level resistance dan support dalam analisis teknikal.

Data Historis

Data Historis 5 Tahun Terakhir Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS (Sumber Bloomberg)

Adapun berdasarkan data historis dalam 5 tahun terakhir, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus bergerak di zona merah. Jika dirata-ratakan, rupiah tercatat terkoreksi 2,8% sepanjang Maret.

Tercermin dari data di atas dalam 5 tahun terakhir rupiah selalu bergerak dalam zona merah, hanya sekali yang berhasil mencatatkan penguatan pada 2018, itu pun 0,01% saja.

Melihat berbagai sentimen yang ada, serta indikator teknikal dan tren data historis, prospek penguatan rupiah dapat dikatakan kecil dalam jangka pendek.

(fad/aji)

No more pages