REAL COUNT PILPRES 2024

Diperbarui: 26 Feb 2024 | 13:50 WIB

KOMISI PEMILIHAN UMUM

Data Masuk: 77.13%

01. Anies - Muhaimin

24.44%

02. Prabowo - Gibran

58.84%

03. Ganjar - Mahfud

16.72%

QUICK COUNT PILPRES 2024

01. Anies - Muhaimin
25.21%
02. Prabowo - Gibran
58.06%
03. Ganjar - Mahfud
16.73%

Data Masuk: 99.9%

01. Anies - Muhaimin
25.13%
02. Prabowo - Gibran
58.51%
03. Ganjar - Mahfud
16.36%

Data Masuk: 100%

01. Anies - Muhaimin
25.06%
02. Prabowo - Gibran
59.08%
03. Ganjar - Mahfud
15.86%

Data Masuk: 100%

Disclaimer: Bloomberg Technoz bekerja sama dengan beberapa lembaga survei untuk menampilkan hasil hitung cepat atau quick count. Lembaga-lembaga tersebut sah secara hukum dan aturan berdasarkan Keputusan KPU No.1035/2023 tentang Pedoman Teknis Pendaftaran Lembaga Survei atau Jajak Pendapat dan Penghitungan Cepat Hasil Pemilu Tahun 2024. Namun, Bloomberg Technoz maupun Bloomberg Media tidak bertanggung jawab atas validasi data serta hasil hitung cepat dari lembaga survei tersebut.

Logo Bloomberg Technoz

Barclays Mau Depak Ribuan Nasabah Institusi yang Jadi Parasit

News
28 November 2023 16:40

Barclays (Sumber: Bloomberg)
Barclays (Sumber: Bloomberg)

Tom Metcalf

Bloomberg Technoz, Jakarta - Barclays Plc tengah berencana melakukan pemutusan hubungan dengan ribuan klien perbankan investasi karena tim manajemen bank tersebut ingin meningkatkan profitabilitas, menurut laporan Financial Times (FT).

Para eksekutif sedang mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan dengan klien-klien institusional yang paling tidak menguntungkan bagi perusahaan, kata FT, mengutip orang-orang yang mengetahui tentang diskusi tersebut.

Artinya Barclays ingin mengakhiri hubungan dengan lebih dari 2.500 nasabah dari total lebih dari 10.000 nasabah, tulis surat kabar tersebut, sambil menyebutkan bahwa seseorang yang dekat dengan Barclays mengatakan angkanya lebih rendah.

Memberhentikan nasabah yang kurang menguntungkan dapat mengurangi aset tertimbang menurut risiko di divisi ini hingga £20 miliar ($25,2 miliar).