Logo Bloomberg Technoz

Opsi 'Obat' Rupiah: Kuras Cadangan Devisa atau Naikkan Bunga

Hidayat Setiaji
12 October 2023 12:55

Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memperlihatkan uang dolar AS dan rupiah di pusat penukaran uang di Jakarta, Rabu (11/10/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah masih dalam tekanan. Hari ini, mata uang Tanah Air kembali melemah di hadapan dolar AS.

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter pun bereaksi. MH Thamrin sudah melakukan berbagai upaya demi menjaga kesehatan rupiah.

Paling utama tentu dengan intervensi di pasar. Namun seberapa kuat ‘amunisi’ intervensi bisa bertahan?

Pada Kamis (12/10/2023) pukul 11:36 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 15.700,5. Rupiah melemah tipis 0,01% dari hari sebelumnya.

Dalam seminggu terakhir, rupiah melemah 0,58% secara point-to-point. Selama sebulan ke belakang, depresiasinya mencapai 2,18%.

USD/IDR (Sumber: Bloomberg)