Logo Bloomberg Technoz

Jumlah IPO Rekor 33 Tahun, IHSG Tak Lebih Baik dari Saat Pandemi

Dityasa Hanin Forddanta
06 October 2023 16:40

Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan rekor jumlah IPO (initial public offering) yang berujung pada pencatatan perdana saham (listing) terbanyak selama 33 tahun. Namun, rekor ini belum sepenuhnya mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Seperti diketahui, rekor pecah usai PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) melakukan listing pagi tadi, Jumat (6/10/2023). 

Kedatangan keduanya menggenapkan 68 pencatatan sejak awal tahun. Ini rekor terbanyak sejak 1990, sebanyak 66 perusahaan.

Total nilai emisi IPO dari 68 pencatatan itu mencapai Rp49,60 triliun. Sehingga, terdapat 892 emiten yang sahamnya tercatat di bursa saham sampai saat ini.

Karyawan melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Jumlah emiten yang semakin banyak diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong Indeks Harga Saham gabungan (IHSG). Alih-alih menguat signifikan, IHSG baru mengakumulasi kenaikan atau return 0,70% sejak awal tahun. Kenaikan ini bahkan tidak lebih baik  dari pergerakan selama pandemi Covid-19.