Logo Bloomberg Technoz

Penjualan Rumah & Mobil Turun, Alarm Kelesuan Konsumsi Menyala

Hidayat Setiaji
18 August 2023 14:16

Suasana pengunjung pameran otomotif GIIAS 2023 di ICE BSD Tangerang, Kamis (10/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Suasana pengunjung pameran otomotif GIIAS 2023 di ICE BSD Tangerang, Kamis (10/8/2023). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pada kuartal II-2023, ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif di atas ekspektasi pasar. Konsumsi rumah tangga melesat, ditopang momentum Ramadan-Idul Fitri.

Namun memasuki kuartal III-2023, situasi berubah. Ada sinyal konsumsi mulai mengendur, sulit diharapkan bisa tumbuh seperti kuartal sebelumnya.

Pada April-Juni 2023, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,17% year-on-year (yoy). Lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,04% sekaligus jadi yang tertinggi sejak kuartal III-2022.

Angka ini lebih baik ekspektasi pasar. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan angka median proyeksi sebesar 5%.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (Sumber: BPS, Bloomberg)

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi masih ditopang oleh konsumsi. Porsinya mencapai 53,31%.