Logo Bloomberg Technoz

Pembahasan juga menyoroti pentingnya menentukan prioritas penggunaan uang, membangun aset, serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi. Dengan pemahaman tersebut, atlet diharapkan dapat menghindari keputusan finansial yang berpotensi merugikan dan lebih siap menghadapi kebutuhan pada masa mendatang.

Sebelum sesi edukasi berlangsung, BRI turut membagikan buku tabungan dan kartu ATM kepada para penerima bonus. Pemberian fasilitas tersebut melengkapi proses penyaluran bonus melalui rekening BRI sekaligus memberikan akses kepada atlet terhadap layanan transaksi perbankan.

BRI Salurkan Bonus Atlet Rp158 Miliar

Selain memberikan edukasi keuangan, BRI mendapat penugasan dari Kemenpora untuk menyalurkan bonus kepada para peraih medali Asian Games ke-20 dan Asian Para Games ke-5 melalui rekening BRI.

Berdasarkan data per 28 Oktober 2026, sebanyak 219 rekening penerima telah difasilitasi dengan estimasi total bonus mencapai Rp158 miliar. Penyaluran tersebut mencakup atlet dan pelatih yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dalam dua ajang olahraga internasional tersebut.

Secara terperinci, terdapat 117 rekening penerima bonus Asian Games 2026 dengan estimasi nominal sekitar Rp61 miliar. Penerima dalam kelompok tersebut terdiri atas 87 atlet dan 30 pelatih.

Sementara itu, untuk Asian Para Games 2026, BRI telah memfasilitasi 102 rekening dengan estimasi bonus sekitar Rp97 miliar. Jumlah penerima terdiri atas 65 atlet dan 37 pelatih.

Penyaluran bonus melalui rekening perbankan menjadi salah satu upaya untuk memastikan proses distribusi apresiasi dapat dilakukan secara terstruktur. Di sisi lain, pemberian buku tabungan dan kartu ATM juga memberikan kesempatan bagi penerima untuk langsung memanfaatkan fasilitas transaksi keuangan.

(Dok. BRI)

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, penghargaan atas pencapaian atlet perlu diikuti dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan. Menurutnya, bonus yang diterima akan memberikan nilai lebih apabila direncanakan penggunaannya, baik untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun sebagai persiapan masa depan.

“Bonus yang diterima merupakan bentuk apresiasi atas prestasi mereka, dan tentu akan lebih bermakna apabila dapat dikelola secara bijak untuk kebutuhan hari ini sekaligus menjadi bekal bagi masa depan. Karena itu, melalui program ini BRI ingin berbagi pengetahuan dan perspektif agar para atlet semakin bijak dalam mengambil keputusan keuangan,” ujar Dhanny.

Ia menilai pengelolaan bonus menjadi aspek penting karena atlet memiliki karakteristik perjalanan karier yang berbeda dibandingkan profesi lainnya. Masa produktif seorang atlet cenderung terbatas dan sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik, performa, serta kemampuan mempertahankan prestasi.

Kondisi tersebut membuat perencanaan keuangan perlu dilakukan sejak dini. Atlet perlu memahami cara mengalokasikan pendapatan, menentukan kebutuhan prioritas, membangun dana untuk masa depan, serta mempertimbangkan instrumen investasi dan proteksi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Literasi Keuangan Jadi Bekal Atlet Setelah Pensiun

Keterbatasan masa produktif menjadi salah satu alasan pentingnya literasi keuangan bagi atlet profesional. Berbeda dengan sejumlah profesi yang memungkinkan seseorang bekerja hingga usia pensiun tertentu, karier atlet memiliki periode produktivitas yang relatif lebih singkat.

Ketika masih aktif bertanding, atlet berpotensi memperoleh pendapatan dari bonus prestasi, penghargaan, maupun aktivitas profesional lainnya. Namun, pendapatan tersebut perlu dikelola dengan perencanaan yang matang agar dapat menopang kebutuhan hidup setelah tidak lagi aktif berkompetisi.

Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan aset, investasi, tabungan, dan perlindungan finansial menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa transisi karier. Atlet juga perlu mempertimbangkan kebutuhan keluarga serta berbagai tujuan keuangan jangka panjang.

Dhanny menambahkan, edukasi keuangan yang diberikan BRI diharapkan dapat membantu para atlet melihat pengelolaan pendapatan secara lebih menyeluruh. Tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga memahami cara merencanakan dan mengembangkan aset secara bertanggung jawab.

“Kami berharap edukasi ini dapat membantu para atlet memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi bagaimana merencanakan, melindungi, dan mengembangkan aset secara bertanggung jawab. Dengan begitu, hasil dari perjuangan mereka di arena dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tambah Dhanny.

Melalui pendekatan tersebut, BRI mendorong para atlet untuk menjadikan bonus prestasi sebagai salah satu fondasi dalam membangun ketahanan finansial. Pengelolaan yang tepat diharapkan dapat membantu mereka mempertahankan kesejahteraan sekaligus mempersiapkan berbagai kebutuhan setelah masa kompetisi berakhir.

Program Financial Champions: Beyond the Podium juga mencerminkan perluasan dukungan BRI terhadap masyarakat melalui layanan keuangan yang tidak terbatas pada transaksi perbankan. Perseroan memandang peningkatan literasi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian finansial bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk atlet berprestasi.

Bagi BRI, atlet merupakan kelompok yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia melalui pencapaian di tingkat internasional. Oleh sebab itu, apresiasi terhadap perjuangan mereka perlu berjalan beriringan dengan dukungan yang membantu mempersiapkan kehidupan setelah karier olahraga.

Melalui kombinasi penyaluran bonus, penyediaan akses perbankan, dan edukasi finansial, BRI berharap para atlet dapat memiliki bekal yang lebih kuat dalam mengelola hasil kerja kerasnya. Dengan demikian, prestasi yang diraih di podium tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan dalam jangka panjang.

(tim)

No more pages