Logo Bloomberg Technoz

“Hal ini akan merusak kepercayaan terhadap kripto. Industri ini sedang berusaha menarik modal institusional, tetapi lembaga-lembaga tersebut tidak akan mengabaikan kegagalan berulang dalam hal penyimpanan dan keamanan.”

Binance dalam sebuah postingan di X pada hari Jumat, menerangkan bahwa mereka akan mengganti semua kerugian tersebut. Binance telah menangguhkan sementara penarikan dana di bursa tersebut.

Daftar Aksi Peretasan oleh Hacker

Peretasan ini melanjutkan rangkaian pelanggaran yang merugikan di seluruh industri kripto. Pada Februari 2025, Bybit yang berbasis di Dubai menjadi korban pencurian US$1,5 miliar, yang saat itu merupakan pencurian kripto tunggal terbesar yang pernah tercatat.

FBI menyudutkan peretas asal Korea Utara, yang menyebarkan aset curian tersebut ke ribuan alamat di berbagai blockchain.

Telah terjadi beberapa perampokan besar dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Agustus, para peretas berhasil mencuri Bitcoin senilai lebih dari US$100 juta dari ribuan dompet yang diamankan menggunakan perangkat keras buatan Coinkite Inc., sebuah perusahaan yang berbasis di Kanada. 

Serangan yang menyasar Coinkite memanfaatkan celah keamanan pada perangkat lunak yang membuat kunci pribadi yang melindungi kripto tersebut dapat diprediksi.

Pada bulan September, bursa kripto Bitget menyatakan bahwa para penyerang berhasil mencuri US$388 juta. 

Pada bulan Oktober, para penjahat merusak dompet perangkat hardware Ledger yang didistribusikan melalui pengecer di Asia Tenggara, dengan para peneliti blockchain memperkirakan kerugian lebih dari US$90 juta.

Ledger menyatakan bahwa sistemnya sendiri tidak diretas.

Kabar lain, Polymarket menghentikan sementara perdagangan minggu ini setelah penyedia pihak ketiga diretas, dengan kerugian lebih dari US$2,5 juta.

Insiden-insiden tersebut menyoroti semakin masifnya kerentanan yang dihadapi bisnis kripto, mulai dari dompet dan sistem teknologi mereka sendiri hingga rantai pasokan dan penyedia layanan eksternal.

Risiko tersebut tidak hanya terbatas pada perusahaan yang bergerak di bidang kripto. Di Korea Selatan, ragam serangan siber telah menimpa lembaga keuangan dalam beberapa pekan terakhir, termasuk bursa kripto Bithumb Co., Mirae Asset Global Investments Co., dan Daishin Securities Co. Dilaporkan adanya akses tidak sah yang membocorkan data pengguna.

Insiden-insiden tersebut mendatangkan pertanyaan soal keamanan sistem yang di-outsourcing dan penyedia teknologi pihak ketiga, seiring dengan semakin bergantungnya perusahaan keuangan pada infrastruktur digital yang saling terhubung.

“Setiap bank, manajer aset, dan operator pasar bursa yang berusaha memasukkan surat utang negara, reksa dana, atau equities on-chain wajib memilih lapisan penyelesaian, dan hingga malam ini ‘bursa terbesar’ merupakan jawaban yang masuk akal,” kata Luca Parlamento, pendiri dan CIO di D2 Finance.

“Kini, ini menjadi keputusan unsecured credit.” D2 Finance tidak memiliki transaksi apa pun di Binance, terang Parlamento.

(bbn)

No more pages