Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi operasional, nilai transaksi bruto (GTV) inti GoTo tumbuh 80% YoY menjadi Rp495,91 triliun. Adapun EBITDA yang disesuaikan meningkat 115% YoY menjadi Rp2,87 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan perseroan kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut hingga kuartal III-2026.

Sejalan dengan kinerja tersebut, GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan sepanjang 2026 menjadi Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, dari sebelumnya Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.

“Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GOTO akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” kata Hans dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Perseroan turut menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk segmen teknologi finansial melalui GoPay menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun, dari sebelumnya Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.

Sementara itu, rentang target EBITDA yang disesuaikan untuk segmen layanan sesuai permintaan (on-demand services) yang mencakup Gojek diperlebar menjadi Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun, dari sebelumnya Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.

Hans mengatakan peningkatan kinerja tersebut dicapai di tengah berbagai tantangan operasional, termasuk penerapan komisi 8% pada layanan transportasi roda dua GoRide.

“Ini adalah kuartal penuh pertama sejak komisi 8% mulai diterapkan di layanan GoRide, dan dampaknya cukup signifikan,” ujarnya.

Segmen Usaha

Berdasarkan laporan keuangan, segmen teknologi finansial GoPay membukukan pendapatan bersih Rp6,27 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, meningkat 52,87% YoY dari Rp4,1 triliun.

EBITDA yang disesuaikan segmen tersebut melonjak 414,76% YoY menjadi Rp1,4 triliun, dari Rp271 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, segmen layanan sesuai permintaan yang mencakup bisnis transportasi dan pengantaran Gojek mencatatkan pendapatan bersih Rp10,26 triliun, naik 11,52% YoY dari Rp9,2 triliun.

EBITDA yang disesuaikan segmen ini meningkat 27,81% YoY menjadi Rp1,25 triliun, dibandingkan Rp978 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Pada kuartal III-2026, jumlah pengguna bertransaksi tahunan (annual transacting users/ATU) GoTo tumbuh 16% YoY menjadi 72,5 juta. GTV inti perseroan juga meningkat 89% YoY menjadi Rp193,89 triliun pada periode tersebut.

Di sisi lain, GOTO melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback). Hingga 29 Oktober 2026, perseroan telah menggunakan dana Rp985 miliar untuk membeli kembali 36 miliar saham.

Perseroan masih memiliki alokasi dana Rp2,5 triliun untuk buyback berdasarkan persetujuan yang berlaku hingga Juni 2027.

GOTO juga akan membatalkan 32 miliar saham treasuri atau setara sekitar 2,7% dari total saham beredar.

Rencana tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 14 Oktober 2026 dan akan efektif dalam dua hingga tiga bulan mendatang setelah seluruh proses regulasi yang dipersyaratkan selesai.

(fik/naw)

No more pages