“Bagi BRI, tata kelola bukan sekadar pemenuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan dan menjaga keberlanjutan perusahaan. Pengakuan sebagai Top 50 Emiten BigCap dalam IICD CG Award 2026 menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas governance, transparansi, serta akuntabilitas dalam menjalankan setiap aspek bisnis,” ujar Mahdi.
Penguatan tata kelola menjadi relevan bagi perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar, termasuk sektor perbankan yang mengelola dana masyarakat dan menjalankan fungsi intermediasi keuangan. Praktik tata kelola yang konsisten dapat membantu memastikan kegiatan operasional dan pengambilan keputusan perusahaan berjalan dengan prinsip kehati-hatian serta memperhatikan kepentingan berbagai pihak.
BRI Perkuat Tata Kelola dalam Transformasi Perusahaan
Mahdi menegaskan, tata kelola perusahaan memiliki peran strategis dalam menjaga kepercayaan investor, nasabah, karyawan, regulator, dan masyarakat. Oleh karena itu, BRI berupaya mengintegrasikan prinsip-prinsip GCG ke dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan bisnis.
Penerapan tata kelola yang baik juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengelolaan perusahaan di tengah dinamika industri keuangan. Bagi perbankan, kepercayaan publik merupakan modal penting yang perlu dipelihara melalui pengelolaan risiko, keterbukaan informasi, serta pertanggungjawaban yang jelas atas keputusan bisnis.
Pengakuan dalam IICD CG Award 2026 menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan publik dalam menerapkan standar tata kelola. Melalui penilaian berbasis ACGS, praktik perusahaan dievaluasi dengan kerangka yang digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola emiten di tingkat regional.
The 17th IICD CG Award 2026 merupakan agenda tahunan yang menggabungkan forum strategis mengenai tata kelola perusahaan dengan pemberian apresiasi kepada perusahaan yang dinilai menerapkan praktik terbaik. Selain mengumumkan daftar Top 50 Emiten BigCap dan MidCap, rangkaian acara tahun ini mencakup pemaparan framework penilaian ACGS 2025 dan 2026 serta pengumuman para pemenang IICD CG Award 2026.
Forum tersebut menjadi wadah bagi pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan penerapan tata kelola perusahaan dan relevansinya terhadap kepercayaan pasar. Tema yang diangkat juga menekankan bahwa kualitas tata kelola dapat mendukung daya saing perusahaan sekaligus menciptakan nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
IICD merupakan bagian dari Yayasan Pengembangan Tata Kelola Indonesia (YPTKI). Lembaga ini berkomitmen mendorong penerapan praktik tata kelola yang mengacu pada standar global dan prinsip keberlanjutan, termasuk melalui penilaian perusahaan publik menggunakan ASEAN Corporate Governance Scorecard.
Bagi BRI, penguatan GCG menjadi bagian dari perjalanan transformasi perusahaan. Perseroan memandang tata kelola sebagai fondasi untuk menjaga keberlangsungan usaha, meningkatkan kualitas pengelolaan, serta mempertahankan kepercayaan dari berbagai pihak yang berkepentingan.
“BRI akan terus menjadikan GCG sebagai bagian dari perjalanan transformasi perusahaan. Kami percaya bahwa perusahaan yang mampu menjaga tata kelola secara konsisten akan memiliki fondasi yang semakin kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Indonesia,” tutup Mahdi.
(tim)































