"Menetapkan kebijakan yang tepat melibatkan proses evaluasi atas perkembangan jangka pendek dalam interval yang tepat waktu, teratur, dan kaya informasi," urai Warsh. "Namun, tak kalah penting bagi kami untuk menyisihkan waktu dan ruang, sebagai kelompok yang beragam secara intelektual, untuk melakukan pertimbangan strategis, memikirkan kembali pertanyaan-pertanyaan besar, melihat perkembangan dalam jangka waktu yang lebih panjang, dan berfokus—seperti yang saya katakan—pada sisi kiri titik desimal."
Kevin Flanagan, Kepala Strategi Investasi di WisdomTree, menyebut bahwa pasar obligasi kini tengah "mempertanyakan mengapa harus ada delapan pertemuan jika salah satunya tidak akan disertai dengan pengumuman publik."
Imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) secara umum stabil setelah keputusan suku bunga The Fed keluar sesuai ekspektasi, dengan suku bunga bertenor dua tahun diperdagangkan di kisaran 4,76%. Namun, imbal hasil untuk tenor yang lebih panjang merangkak naik merespons komentar Warsh terkait perubahan skema pemungutan suara tahun depan, kata Flanagan. Hal ini sebagian didorong oleh pandangan bahwa berkurangnya satu pertemuan langsung FOMC berpotensi memicu volatilitas dan ketidakpastian pasar yang lebih tinggi.
Warsh, yang mulai memimpin bank sentral AS pada Mei, pertama kali melontarkan gagasan untuk memangkas jumlah pertemuan kebijakan tahunan dari delapan menjadi enam kali pada pertemuan Juli. Kala itu, ia berpendapat bahwa pemangkasan frekuensi pertemuan akan memungkinkan lebih banyak informasi dan data terakumulasi di antara rentang waktu pertemuannya, merujuk pada risalah rapat.
FOMC sendiri telah menjadwalkan kalender pertemuannya untuk tahun 2027. "Setiap tanggal pertemuan bersifat tentatif hingga dikonfirmasi pada pertemuan yang mendahuluinya," tulis situs web resmi The Fed, sebuah ketentuan yang telah terpasang bahkan sebelum Warsh diangkat sebagai gubernur.
Sebelumnya, Warsh juga pernah mengusulkan perombakan jadwal pertemuan bank sentral.
Pada 2014, ia memimpin tinjauan terhadap praktik dan prosedur transparansi Bank of England (BoE)—yang dikenal sebagai Warsh Review—yang berujung pada keputusan bank sentral Inggris tersebut untuk memangkas pertemuan tahunannya dari 12 menjadi delapan kali.
Secara terpisah, Bank Sentral Eropa (ECB) pada 2015 juga telah menurunkan frekuensi pertemuan kebijakan moneternya menjadi setiap enam pekan sekali, menggantikan praktik sebelumnya yang rutin digelar pada Kamis pertama setiap bulan kerja.
(bbn)





























