Sejumlah titik yang menjadi lokasi penyampaian aspirasi antara lain kawasan Gedung DPR/MPR RI, sekitar YPB, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Silang Selatan Monas, dan Tugu Tani, serta beberapa lokasi lainnya.
Dia juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara aman dan damai serta menjaga fasilitas umum dan ruang publik. Menurunya, pemeliharaan fasilitas tersebut merupakan tanggung jawab bersama, termasuk menghormati hak masyarakat lain yang tidak mengikuti aksi.
“Menjaga ruang publik dan fasilitas umum merupakan tanggungjawab kita bersama,” kata dia.
Diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) kembali akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, hari ini. Wakil Kepala Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI 2026 Lionel Sihaloho mengatakan, aksi tersebut dilatarbelakangi sejumlah persoalan yang saling berkaitan. Terutama terkait evaluasi pemerintahan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan bencana, serta stabilitas ekonomi negara.
"Kami akan mengadakan aksi pada tanggal 28 Oktober 2026 sejak pagi hari dengan titik aksi di Bundaran HI," kata Lionel pada Bloomberg Technoz.
“Sejatinya terdapat tiga hal utama yang saling berkaitan mengenai latar belakang tuntutan. Evaluasi pemerintahan dua tahun Prabowo-Gibran, penanganan karhutla dan bencana, serta kondisi dan stabilitas ekonomi negara."
Dia menyebut, BEM UI mengelompokkan berbagai persoalan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran ke dalam lima sektor. Yakni ekonomi, lingkungan, pelayanan publik, hukum dan tata kelola negara, serta hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi.
(mef/frg)



























