Sejumlah saham–saham menjadi pendukung utama kenaikan IHSG. Saham sektor perindustrian, energi, dan barang baku mencatatkan penguatan paling tinggi yakni 1,69%, 1,55%, dan 1,47%.
Berikut sejumlah saham yang menjadi top movers pagi ini:
- PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 6,11 poin
- PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) menyumbang 4,24 poin
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 3,66 poin
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 3,06 poin
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 3,06 poin
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 2,47 poin
- PT United Tractors Tbk (UNTR) menyumbang 1,77 poin
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 1,11 poin
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyumbang 1,08 poin
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyumbang 1,06 poin
Akan tetapi, RHB Sekuritas menyebut bahwa pemulihan pasar saham Indonesia masih rapuh, dengan tekanan terhadap rupiah dan ketidakpastian MSCI terus membayangi. Berlanjutnya aksi jual investor asing dan depresiasi rupiah menunjukkan bahwa kepercayaan investor belum pulih secara berkelanjutan.
Sementara itu, tingginya harga energi masih menjadi risiko bagi inflasi dan belanja fiskal Indonesia, meskipun memberikan keuntungan bagi produsen minyak hulu seperti emiten saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
“Dalam kondisi tersebut, reformasi regulasi untuk meningkatkan transparansi pasar dan memulihkan kepercayaan investor menjadi semakin penting, terutama setelah usulan MSCI untuk menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone,” mengutip paparan RHB Sekuritas.
IHSG, menurut RHB Sekuritas, diperkirakan bergerak dengan kecenderungan menguat secara terbatas meski tetap volatil. “Strategi investasi kami tetap selektif, dengan mengutamakan saham-saham berlikuiditas tinggi, memiliki ketahanan laba, valuasi menarik, dan dividen berkelanjutan, terutama BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM,” tulis riset itu.
Pemulihan pasar yang lebih berkelanjutan, demikian riset RHB Sekuritas, akan bergantung pada stabilisasi rupiah, kembalinya aliran dana asing, serta kemajuan nyata dalam meningkatkan transparansi pasar dan memulihkan kepercayaan investor.
(fad/aji)





























