Sembilan orang tewas dan lebih dari 20 lainnya terluka dalam penembakan di gereja tersebut, yang terjadi saat sebuah pemakaman berlangsung.
Serangan Yordania menyasar sejumlah lokasi di daerah pedesaan Daraa, Suriah selatan. Sedikitnya tujuh orang tewas, termasuk seorang perempuan, tiga anak-anak, dan seorang pria berusia 65 tahun, menurut kantor berita pemerintah Suriah, Syrian Arab News Agency (SANA). Tiga orang lainnya terluka.
Mengutip sumber pemerintah, SANA melaporkan bahwa serangan tersebut tidak dikoordinasikan dengan otoritas Suriah. Kementerian Luar Negeri Suriah menyampaikan keberatan kepada Yordania karena melancarkan serangan tanpa koordinasi terlebih dahulu, menurut SANA.
Suriah juga mengumumkan bahwa perlintasan perbatasan Nasib antara kedua negara akan ditutup untuk lalu lintas dari kedua arah pada Selasa guna menjamin keselamatan para pelancong dan pekerja.
Serangan udara tersebut dilancarkan tidak lama setelah Yordania menangkap tiga orang di sebuah rumah kosong di Karak. Polisi mengidentifikasi ketiganya sebagai pelaku penembakan. Senjata api dan amunisi disita setelah penangkapan.
Suriah, yang telah lama diperintah secara otoriter oleh Bashar al-Assad sebelum ia digulingkan pada akhir 2024 setelah perang saudara yang bermula 13 tahun sebelumnya, masih bergulat dengan kekosongan keamanan dan bentrokan dengan kelompok ISIS. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang memimpin negara itu dalam situasi sulit, sebelumnya pernah berperang bersama ISIS di Irak sebelum memimpin pemberontakan yang menggulingkan Assad.
Serangan udara Yordania di Suriah terjadi ketika konflik di Timur Tengah diperkirakan akan semakin meluas.
Spekulasi berkembang bahwa AS dan Israel mungkin kembali melancarkan serangan terhadap Iran, delapan bulan setelah memulai perang melawan rezim Teheran. Konflik tersebut telah mengganggu pelayaran global dan mengguncang pasar energi.
Pada saat yang sama, pertempuran antara Arab Saudi dan Houthi yang didukung Iran di Yaman juga meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini memicu serangan terhadap fasilitas energi dan bandara di wilayah Arab Saudi.
(bbn)































