Logo Bloomberg Technoz

Harga emas bangkit usai terpangkas dua hari berturut-turut. Selama dua hari tersebut, harga berkurang 3,55%.

Kabar dari Timur Tengah menjadi penyokong kenaikan harga emas. Bloomberg News mengabarkan, para pejabat senior Arab Saudi, Pakistan, dan Turkiye bertolak ke Iran untuk berunding seputar langkah untuk menekan eskalasi.

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga akan bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela KTT energi di Moskow.

Perkembangan ini membuat harga minyak dunia bergerak turun. Kemarin, harga minyak jenis brent merosot 1,12% ke US$ 115,39.

Apabila harga energi bisa lebih terkendali, maka ancaman inflasi bisa diredakan. Ini membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve dari Amerika Serikat/AS) untuk mengambil napas, tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.

Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat bulan ini hanya 10,5%. 

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga tidak naik.

(aji)

No more pages