Logo Bloomberg Technoz

Dalam lelang surat utang sebelumnya (13/10/2026), minat investor sempat menguat. Total penawaran yang masuk mencapai Rp64,86 triliun, naik sekitar 51,3% daripada lelang sebelumnya.

Dalam lelang surat utang 13 Oktober, pemerintah memenangkan penawaran sebesar Rp35 triliun, naik 21,5% dari Rp28,8 triliun pada lelang sebelumnya. Pada lelang itu, seri FR0110 (tenor 5 tahun) mencatat penawaran masuk paling tinggi, sebesar Rp21,15 triliun, namun dimenangkan Rp10,9 triliun, dengan yield 7,07%. 

Sedangkan seri SPN yang berjangka pendek mendapat penawaran di kisaran Rp3,54 triliun, Rp4,8 triliun, dan Rp14,86 triliun. Meskipun yield masih berada di kisaran 6,2%-6,54% pemerintah memenangkan lebih sedikit yakni Rp1 triliun hingga Rp9 triliun, lantaran tenornya terlalu pendek yakni 1 bulan, 3 bulan dan 1 tahun. 

Kali ini, pemerintah kembali menawarkan sembilan seri surat utang. Terdiri dari dua seri baru bertenor pendek (seri SPN), serta tujuh seri re-opening. Seri yang dibuka lelang kembali adanya FR0110 tenor 5 tahun, FR0111 tenor 10 tahun, FR0112 tenor 15 tahun, FR0107 tenor 18 tahun, FR0102 tenor 27 tahun, dan FR0105 tenor 37 tahun.

Di tengah tekanan pasar saham domestik, risiko reklasifikasi Indonesia oleh MSCI, dan tingginya imbal hasil global, permintaan terhadap seri berjangka panjang diperkirakan akan lebih selektif. 

Mengacu pada lelang 13 Oktober, yield yang dimenangkan untuk FR0110 mencapai 7,07% dan FR0102 dan FR0105 sekitar 7,31%, membuat investor berpotensi meminta imbal hasil lebih tinggi pada lelang kali ini jika tekanan pasar berlanjut. 

Berikut daftar seri surat utang hari ini:

Lelang surat utang 27 Oktober 2026. (DJPPR, Kementerian Keuangan)

(dsp/aji)

No more pages