Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Kementerian ESDM, total ekspor gas alam Indonesia ke Singapura melalui dua titik pengiriman—yakni dari Natuna dan Sumatra—semula mencapai 409,55 juta kaki kubik standar per hari atau million standard cubic feet per day (MMscfd).

Dari total volume tersebut, pemerintah memutuskan untuk memotong pasokan sebesar 31 MMscfd.

Bahlil menjelaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup sekitar 8% dari total ekspor gas pipa Indonesia ke negara tetangga tersebut. 

Adapun, berdasarkan kajian Singapura, porsi yang dipangkas itu terhitung hanya berdampak sekitar 2% dari total konsumsi domestik Singapura.

Menurut Bahlil, pemangkasan pasokan gas ini terpaksa dilakukan akibat adanya gangguan operasional yang tidak terencana atau unplanned shutdown, serta lonjakan kebutuhan gas di dalam negeri yang harus diprioritaskan.

Meski demikian, Bahlil menekankan bahwa langkah pengurangan porsi ekspor ini tetap berada dalam koridor hukum yang sah.

"31 MMscfd yang kita potong itu masih di batas kontrak minimum," tegas Bahlil. 

Ia menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia senantiasa menjunjung tinggi komitmen internasional, tetapi tetap memegang teguh prinsip kedaulatan dan kesetaraan dalam kerja sama bilateral.

Lebih lanjut, Bahlil menyampaikan bahwa selain gas pipa, Indonesia juga masih menyalurkan pasokan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dalam jumlah yang cukup besar ke pasar ekspor. 

Oleh karena itu, dia meminta pihak luar agar tidak meragukan integritas Pemerintah Indonesia dalam mematuhi perjanjian kerja sama energi yang telah disepakati bersama.

Pemerintah Indonesia, lanjut Bahlil, senantiasa menghormati aturan yang berlaku dan berharap pihak negara tetangga juga menerapkan prinsip kesetaraan (equal treatment) dalam hubungan bilateral. Ia menegaskan pentingnya sikap saling menghormati antarsahabat di kawasan regional tanpa ada pihak yang merasa lebih superior.

"Di sinilah asas equal treatment. Indonesia ini terlalu baik. Menghargai kontrak, tapi di atas itu adalah hubungan keselamatan negara. Harus sama-sama menghargai," pungkasnya.

Asal tahu saja, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan mulai mengurangi kuota ekspor gas ke Singapura dengan volume total 31 billion british thermal unit per day (BBtud) terhitung mulai Sabtu (24/10/2026).

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan ekspor gas yang dikurangi berasal dari wilayah Natuna sebanyak 15 BBtud dan wilayah Sumatra sejumlah 16 BBtud.

"Mulai besok [hari ini] kita kurangi [ekspor] gas ke Singapura dari Natuna 15 BBtud, dari Sumatra 16 BBtud," kata Djoko kepada awak media di sela Subroto Awards 2026, Jumat (23/10/2026) malam.

Dia menyebut wilayah kerja (WK) Jambi Merang di Sumatra menjadi lokasi pengurangan ekspor sebanyak 16 BBtud ke Singapura.

Djoksis, sapaan akrabnya, juga memastikan hanya mengurangi ekspor gas ke Singapura. "Enggak ada, pipanya kan ke Singapura saja," tegas Djoksis.

(smr/ros)

No more pages