Logo Bloomberg Technoz

“Bagi pasar domestik, pelemahan rupiah berpotensi menambah tekanan terhadap IHSG melalui risiko capital outflow, kenaikan biaya impor dan meningkatnya beban perusahaan dengan utang berdenominasi dolar AS,” dikutip dari catatan BRI Danareksa Sekuritas, Senin (26/10/2026).

Adapun, investor asing telah melepas IHSG mencapai Rp122,2 triliun di pasar reguler selama tahun ini. Sementara itu, posisi jual asing mencapai Rp15 triliun sepanjang bulan ini.

Rupiah kembali berada dalam tekanan dengan nilai tukar mencapai Rp18.120 per dolar AS pada 26 Oktober 2026, mendekati level terlemah sepanjang masa di sekitar Rp18.279 per dolar AS yang tercatat pada Juli 2026.

“Tekanan terhadap rupiah juga perlu diwaspadai menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober 2026,” dikutip dari catatan BRIDS.

Rupiah dan mata uang Asia (Bloomberg)

Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, tekanan inflasi, serta potensi penguatan dolar AS dapat meningkatkan volatilitas nilai tukar dan arus modal asing.

Di pasar luar negeri, rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.118/US$, tertekan sentimen eksternal dan domestik. Meskipun indeks dolar Amerika Serikat (AS) sedikit melandai ke 101,63, karena yield US Treasury terpangkas jadi 4,96% dari posisi pekan lalu.

Dari Asia, beberapa mata uang yang menguat juga sangat terbatas. Won Korea Selatan memangkas penguatannya jadi hanya 0,06% dari posisi tadi pagi sempat menguat 0,71%. Disusul, yen jepang lebih terbatas 0,03%, ringgit Malaysia 0,01%. 

Di zona merah, peso Filipina melemah paling tajam 0,31% terhadap dolar AS, diikuti baht Thailand tergerus 0,19% dan rupiah di posisi ketiga 0,16%. Sementara dolar Hong Kong dan Singapura lebih terbatas masing-masing melemah 0,02% dan 0,01%. 

Sementara pasar obligasi domestik belum sepenuhnya bisa menopang gerak rupiah. Berdasarkan data Bloomberg pagi ini pada 09:11 WIB, sebagian besar tenor mencatat kenaikan yield.

Yield tenor acuan naik 1,2 bps jadi 7,46%, diikuti dengan tenor 11 tahun naik 3,7 bps jadi 7,45%. Begitu juga dengan tenor 5 tahun tercatat naik 3,6 bps jadi 7,28%, dan tenor 4 tahun naik 1,2 bps jadi 7,23%. 

Begitu juga dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka menguat 0,06% lalu berbalik arah dengan kontraksi 0,05% ke 5.436,36.

Di tengah tekanan ini, gerak rupiah hari ini berisiko melanjutkan tren pelemahan, dengan target pelemahan menuju Rp18.100/US$ dan berpotensi menembus Rp18.150/US$. 

(naw)

No more pages