Logo Bloomberg Technoz

Sementara rata-rata nilai perdagangan harian minggu lalu adalah Rp 20,34 triliun. Meroket 25,42% dari pekan sebelumnya.

Meski IHSG melesat, tetapi investor asing masih belum selesai dengan aksi jualnya. Sepanjang pekan lalu, investor asing melangsungkan jual bersih (net sell) Rp 6,67 triliun. Malah lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang Rp 3,19 triliun.

Valuasi IHSG kini ada di 11,69 kali dengan pendekatan Price-Earnings Ratio (P/E). Dengan metode Price-Book Value (P/B), angkanya di 1,45 kali.

Berikut saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan pekan lalu:

Sumber: BEI

Inilah beberapa saham yang menjadi top losers:

Sumber: BEI

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana proyeksi gerak IHSG minggu ini? Apakah bisa naik lagi atau malah terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), IHSG masih terjebak di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 33. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Lalu indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 21. Menghuni area jual (short) yang kuat, bahkan sudah hampir jenuh (oversold).

Untuk perdagangan pekan ini, IHSG masih berpeluang naik lagi. Syaratnya, tembus dulu pivot point 5.499.

Dari situ, ada potensi IHSG bakal menguji resisten 5.656-5.814. Jika masih kuat menanjak, maka level 6.083-6.443 bisa menjadi target berikutnya.

Target paling optimistis ada di 6.757.

Namun kalau IHSG malah berbalik merah, maka 5.139 rasanya bisa menjadi target support terdekat. Support lanjutan ada di kisaran 4.925-4.477.

Target paling pesimistis adalah 3.770.

(aji)

No more pages