Logo Bloomberg Technoz

Banyak trader secara pribadi mengungkap mereka sedang menikmati pendapatan terbaik sepanjang karier mereka, sembari terus menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan pesaing maupun pemain baru yang ingin turut mencicipi keuntungan dari lonjakan sektor logam.

Meski banyak pihak sempat memperkirakan peluang bagi trader logam akan berkurang setelah Presiden AS Donald Trump tidak melanjutkan rencana penerapan tarif atas tembaga olahan musim panas lalu, ketidakpastian yang terus berlanjut mengenai apakah tarif tersebut mungkin masih akan diberlakukan justru memperpanjang masa kejayaan bagi para trader yang mengekspor tembaga ke AS.

Sementara itu, harga logam seperti tembaga, emas, dan perak telah melonjak ke rekor tertinggi. Di sisi lain, pasar konsentrat tembaga setengah jadi—sumber pendapatan utama banyak trader fisik—mengalami kondisi penawaran yang sangat ketat.

Menurut sumber yang mengetahui hal ini—meminta tidak disebutkan namanya karena hasilnya belum dipublikasikan—divisi logam Trafigura mencatat kinerja perdagangan yang memecahkan rekor.

Perusahaan perdagangan tersebut saat ini masih merampungkan laporan keuangannya yang biasanya dirilis pada awal Desember. Beberapa sumber menyebut angka laba yang telah diaudit masih mungkin mengalami penyesuaian serta penilaian ulang terhadap aset-aset tertentu, seperti unit peleburan logam mereka, Nyrstar.

Baik Trafigura maupun Glencore menolak untuk memberikan komentar.

Mercuria Energy Group, yang paling agresif di antara kelompok trader energi yang telah berekspansi ke sektor logam dalam beberapa tahun terakhir, juga mencatatkan tahun yang kuat.

Menurut pihak yang mengetahui, laba operasional tahunan Mercuria diperkirakan akan menyamai atau melampaui capaian tahun lalu di atas US$300 juta.

Perusahaan telah menginvestasikan lebih dari US$4 miliar ke dalam berbagai kesepakatan di sektor logam—mulai dari tembaga di Kongo hingga aluminium di Indonesia—sebagai bagian dari upaya untuk memperluas jejaknya di pasar tersebut.

IXM, unit perdagangan logam milik perusahaan pertambangan CMOC Group Ltd, juga diprediksi akan mencatatkan rekor tahunan, menurut sumber yang mengetahuinya. Laporan semester pertama CMOC menyebut IXM telah "memperkuat perdagangan fisik, mencapai rekor tertinggi baru untuk periode yang sama dalam hal pendapatan operasional."

Perwakilan dari Mercuria dan IXM menolak memberikan komentar.

Vitol Group, pedagang komoditas terbesar di dunia yang juga sedang membangun bisnis perdagangan logam, diperkirakan akan meraup laba lebih dari US$100 juta tahun ini, kata sumber yang mengetahuinya.

Meski angka tersebut jauh melampaui kinerjanya di sektor logam tahun lalu, Vitol masih tertinggal dari pesaing utamanya, termasuk Mercuria. 

Vitol sedang dalam pembicaraan untuk memperkuat tim logamnya, kata sumber-sumber yang mengetahui. Perusahaan telah merekrut Billy Henty, yang sebelumnya bekerja di Mercuria dan Citigroup Inc, untuk menangani perdagangan bijih besi di Dubai.

Selain itu, para eksekutif Vitol telah melakukan pembicaraan dengan mantan CEO IXM, Kenny Ives. Belum jelas apakah pembicaraan tersebut akan membuahkan hasil. Ives sendiri telah mengisyaratkan bahwa ia tidak akan mempertimbangkan pekerjaan baru setidaknya hingga tahun 2027, kata para sumber tersebut.

Baik Vitol maupun Ives sama-sama menolak memberikan komentar.

(bbn)

No more pages