Logo Bloomberg Technoz

Kebijakan ini disiapkan menyusul adanya peningkatan konsumsi pada 2026 dibandingkan dengan tahun sebelumnya di tengah fenomena perpindahan (shifting) konsumsi masyarakat dari bensin nonsubsidi RON 92 alias Pertamax ke RON 90 alias Pertalite.

Bahlil menjelaskan pemerintah masih melakukan penghitungan dan pengkajian mendalam terkait dengan proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun ini.

"Pertalite nanti coba saya akan melakukan exercise [kajian] nanti pada akhir bulan ini, ya. Memang ada terjadi peningkatan dibandingkan dengan 2026, ya. Dibandingkan, eh, ada kenaikan," ujar Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Dia menambahkan kenaikan konsumsi tersebut secara otomatis akan memicu penyesuaian kuota. Menurut Bahlil, pergeseran preferensi masyarakat dari BBM nonsubsidi beroktan lebih tinggi ke Pertalite menjadi salah satu faktor utama pendorong lonjakan permintaan.

"Karena ada kenaikan, pasti, eh, akan terjadi penambahan kuota, karena ada shifting, kan. Ada shifting [pola konsumsi BBM]  dari RON 92 ke RON 90. Sebagian ada shifting. Karena ada shifting, pasti kita akan melakukan penyesuaian, ya," lanjutnya.

Adapun, Kementerian ESDM melaporkan stok operasional JBKP Pertalite per 20 Oktober 2026 mencapai 1,29 juta kiloliter (kl) dan JBT Solar sebanyak 1,45 juta kl.

Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sidang kabinet di Istana Kepresidenan, Kamis (22/10/2026), stok Pertalite (RON 90) tercatat sebesar 1.294.997 kl dengan rencana penyaluran harian atau daily objective throughput (DOT) mencapai 86.322 kl per hari.

Untuk itu, ketahanan stok nasional atau coverage days (CD) Pertalite per 20 Oktober 2026 berada di kisaran 16—18 hari.

Untuk Pertamax (RON 92), stok nasional tercatat sebesar 436.797 kl dengan rencana penyaluran 19.637 kl per hari dan ketahanan stok 22,24 hari.

Sementara itu, stok Pertamax Turbo (RON 98) mencapai 57.769 kl dengan rencana penyaluran 759 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 76,11 hari.

Selanjutnya stok Solar (CN 48) tercatat sebesar 1.456.854 kl dengan rencana penyaluran 108.144 kl per hari dan ketahanan stok 13,47 hari.

Pertamina Dex (CN 53) memiliki stok 83.164 kl dengan rencana penyaluran 2.280 kl per hari, sehingga ketahanan stok mencapai 36,47 hari.

Untuk avtur, stok nasional tercatat sebesar 421.190 kl dengan rencana penyaluran 14.365 kl per hari dan ketahanan stok 29,32 hari.

Kementerian ESDM melaporkan rencana penyaluran LPG berada sekitar 26.513 mt per hari, sehingga ketahanan stok per 20 Oktober 2026 mencapai 12,93 hari.

Kementerian ESDM menetapkan total alokasi kuota JBKP Pertalite dan JBT Solar 2026 sebesar 48,43 juta kl.

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan penyaluran JBT Solar hingga Maret 2026 telah terealisasi sejumlah 4,56 juta kl, setara dengan 24,49% dari total kuota JBT Solar 2026 sebanyak 18,64 juta kl.

Sementara JBKP Pertalite penyalurannya mencapai 6,88 juta kl pada 90 hari pertama 2026, setara dengan 23,52% dari total kuota Pertalite sebanyak 29,27 juta kl tahun ini.

Kemudian, realisasi penyaluran JBT minyak tanah atau kerosin hingga Maret 2026 mencapai 130.000 kl, setara dengan 24,52% dari total kuota 530.000 kl.

(azr/del)

No more pages