Logo Bloomberg Technoz

Bahlil menyatakan setoran PNBP tersebut tetap tinggi meskipun pemerintah melakukan pemangkasan produksi, khususnya pada komoditas batu bara.

“Pendapatan negara PNBP kita dari Rp133 triliun, itu bisa kita bisa mencapai di atas Rp160 triliun lebih. Jadi rata-rata oke ya,” kata Bahlil kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/10/2026), malam.

Di sisi lain, Bahlil memproyeksikan target setoran devisa dari ekspor batu bara pada tahun ini bakal melampaui target.

Dia menyatakan target setoran devisa dari ekspor batu bara tahun ini mencapai US$27 miliar atau sekitar Rp486,5 triliun, tetapi realisasinya diramal mencapai US$30 miliar atau setara dengan Rp540,6 triliun.

“Batu bara kita, sekalipun produksinya menurun, target PNBP kita bisa melampaui target. Ekspor kita, target devisa dari sektor batu bara tahun ini, itu akan mencapai melewati target,” klaim dia.

Adapun, Ditjen Minerba Kementerian ESDM mencatat setoran PNBP dari komoditas nikel dan batu bara telah mencapai Rp87 triliun hingga 31 Agustus 2026.

Komoditas batu bara memberikan kontribusi sebesar Rp66 triliun, naik dari capaian periode sama sebelumnya sejumlah Rp59 triliun.

Sampai dengan akhir Agustus 2026, penerimaan dari seluruh subsektor tambang menembus angka total Rp108 triliun, dari target setoran PNBP sepanjang 2026 senilai Rp136,18 triliun.

Di sisi lain, Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara pada RKAB 2026 menjadi sekitar 600 juta ton, turun dari realisasi produksi pada 2025 sebanyak 817,48 juta ton.

Meski demikian, badan usaha pertambangan dapat mengajukan perubahan RKAB setelah menyampaikan laporan berkala hingga kuartal kedua atau paling lambat 31 Juli pada tahun berjalan.

Untuk batu bara, Kementerian ESDM memperkirakan produksi batu bara mencapai 720 juta metrik ton hingga akhir 2026.

(azr/del)

No more pages