“Dari indikasi penegakan hukum yang dilakukan oleh Dirjen Gakum, ini sudah dilakukan penetipan tadi, ya kita juga ini ada 400 ribu liter, ini kan juga berpengaruh terhadap distribusi bagi masyarakat,” kata dia.
Sebelumnya, TNI AL mengamankan kapal SPOB Nurfaizah 03 yang berlayar dari Cilegon, Banten menuju Semarang, Jawa Tengah pada 15 September 2026.
Kapal berbendera Indonesia dengan tonase 634 GT itu dimiliki PT Nur Faizah Inti Samudra, dengan muatan jenis high speed diesel (HSD) atau solar sebanyak 407 ton.
Selain muatan BBM, dalam pemeriksaan juga ditemukan persoalan pada dokumen kapal, di antaranya tidak terdapat Surat Izin Usaha Perusahaan Angkutan Laut (SIUPAL) dan dokumen muatan atau manifest.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM mengakui adanya antrean pembelian BBM di sejumlah wilayah Jawa Timur. Pemerintah menargetkan permasalahan pasokan tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya dalam waktu satu hingga dua hari ke depan.
Pengakuan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, usai menerima kunjungan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Laode membeberkan indikasi antrean BBM terjadi di beberapa daerah, seperti Malang, Jember, dan Blitar. Pihaknya langsung melakukan koordinasi agar ketersediaan pasokan BBM bagi masyarakat Jawa Timur segera normal kembali.
"Memang ada beberapa wilayah yang terindikasi ada antrean, seperti di Malang, Jember, Blitar. Tadi kita upayakan agar segera dapat teratasi," kata Laode.
Ia menekankan Jawa Timur berada dalam wilayah operasional MOR V (Jatimbalinus). Oleh karena itu, Kementerian ESDM memastikan distribusi BBM untuk wilayah Jawa Timur diutamakan dan tidak sampai terganggu oleh pengiriman ke daerah lain.
"Karena itu, apa yang sudah terjadi di Bali, jangan lagi terjadi di lokasi-lokasi yang lain," ujar Laode.
(azr/ell)





























