Logo Bloomberg Technoz

“Keduanya menjadi bagian dari kerangka kerja kami untuk menciptakan nilai dan membangun kapabilitas yang dibutuhkan Pertamina dalam mencapai visi strategis dual growth tersebut,” imbuhnya.

Sigit menerangkan, terdapat dua aspek utama dalam transformasi digital Pertamina. Aspek pertama adalah penciptaan nilai atau value creation melalui pemanfaatan teknologi digital dan AI. Aspek kedua berupa pengembangan kapabilitas yang mencakup teknologi, sumber daya manusia, dan proses bisnis.

Kedua aspek tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk memastikan pemanfaatan teknologi berjalan selaras dengan kebutuhan operasional. Dengan pendekatan ini, digitalisasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi aktivitas bisnis sekaligus memperkuat kesiapan perusahaan menghadapi perkembangan industri energi.

Tiga Fasilitas Pertamina Digital Hub

Dok. Pertamina

Pertamina Digital Hub memiliki sejumlah fasilitas yang menjalankan fungsi berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendukung integrasi kebutuhan bisnis dan teknologi.

Fasilitas pertama adalah Orchestration Center, ruang kolaborasi yang digunakan untuk membahas berbagai persoalan bisnis bersama para ahli dari unit terkait. Forum ini memungkinkan koordinasi lintas fungsi dalam merumuskan solusi terhadap kebutuhan operasional perusahaan.

Fasilitas kedua, Digital Factory, menjadi tempat tim Pertamina Digital Hub bekerja bersama unit bisnis untuk mengembangkan solusi digital dan AI. Pengembangan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan operasional agar teknologi yang dihasilkan dapat diterapkan secara relevan.

Sementara itu, fasilitas ketiga adalah Remote Surveillance Center atau pusat pemantauan. Fasilitas ini memungkinkan Pertamina memantau berbagai informasi visual, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan fasilitas lainnya.

Ketiga fasilitas tersebut mendukung pendekatan terintegrasi dalam pemanfaatan teknologi di lingkungan perusahaan. Integrasi kebutuhan bisnis, pengembangan solusi digital, dan pengolahan data menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan.

“Ketiga fasilitas tersebut mendukung pendekatan Pertamina Digital Hub dalam menghubungkan kebutuhan bisnis, pengembangan solusi teknologi, dan pemanfaatan data untuk membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih efektif,” ujar Sigit.

Melalui fasilitas tersebut, Pertamina berupaya menghubungkan proses pengembangan teknologi dengan tantangan yang dihadapi unit bisnis. Dengan demikian, penerapan digitalisasi tidak berhenti pada pengembangan sistem, tetapi diarahkan untuk membantu perusahaan menjalankan aktivitas operasional secara lebih terkoordinasi.

Princeton University Apresiasi Pemanfaatan AI

Dok. Pertamina

Perwakilan Princeton University Anne Blatchford mengapresiasi transformasi digital dan optimalisasi AI yang diterapkan Pertamina, khususnya dalam sektor energi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan dan pengembangan ekonomi di Indonesia.

Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi delegasi untuk memperoleh pemahaman mengenai penerapan teknologi digital pada perusahaan energi yang beroperasi di Indonesia.

“Kami merasa terhormat dapat berkunjung ke Pertamina Digital Hub. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami. Kami sangat menantikan kesempatan untuk belajar dari Pertamina,” ungkap Anne.

Princeton University merupakan universitas riset swasta yang berlokasi di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat. Institusi pendidikan tersebut merupakan anggota Ivy League, kelompok universitas yang dikenal memiliki reputasi akademik dan riset yang kuat.

Perhatian terhadap penerapan teknologi di Pertamina menunjukkan relevansi transformasi digital dalam pengelolaan bisnis energi. Penggunaan AI, sistem pemantauan, serta integrasi informasi menjadi bagian dari perkembangan teknologi yang dapat mendukung efektivitas operasional perusahaan.

Teknologi Dukung Distribusi Energi Nasional

Dok. Pertamina

Di tempat terpisah, Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa kunjungan perwakilan Princeton University mencerminkan posisi Pertamina sebagai salah satu referensi dalam pemanfaatan teknologi.

Baron menekankan bahwa karakteristik geografis Indonesia menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan distribusi bahan bakar minyak (BBM). Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kompleksitas penyaluran energi yang membutuhkan dukungan teknologi dan koordinasi yang memadai.

"Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar menjadikannya pola penyaluran BBMnya termasuk yang paling kompleks di dunia. Oleh karena itu pemanfaatan teknologi sangat penting untuk memastikan amanah mendistribusikan BBM bisa dijalankan dengan optimal," kata Baron.

Tantangan distribusi tersebut membuat pemanfaatan teknologi memiliki peran strategis dalam mendukung pengawasan dan pengelolaan aktivitas bisnis Pertamina. Informasi yang terintegrasi dapat membantu perusahaan memahami kondisi operasional dan mendukung proses pengambilan keputusan.

Melalui Pertamina Digital Hub, perusahaan terus mengembangkan pendekatan digital yang menggabungkan teknologi, sumber daya manusia, dan proses bisnis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapabilitas perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan sekaligus menjawab kebutuhan sektor energi yang semakin dinamis.

(tim)

No more pages