2. Penindakan coordinated trading sudah berjalan dan perlu dijaga konsistensinya.
Surveillance BEI kini tidak hanya memantau volatilitas harga, tetapi juga pola transaksi dan price impact ratio, sehingga indikasi perdagangan terkoordinasi dapat terdeteksi lebih dini. OJK telah menjatuhkan sanksi administratif sekitar Rp2,1 triliun kepada pihak-pihak terkait DSSA, BREN, dan CUAN atas manipulasi perdagangan dan penjatahan saham IPO yang tidak transparan, serta tengah mendalami indikasi awal pada 31 dari 61 saham HSC. PAEI mendorong agar:
- hasil penegakan hukum dipublikasikan secara berkala dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
- analisis keterkaitan antar-akun dan antar-broker berbasis SID dan UBO terus diperkuat.
- transparansi penjatahan saham IPO ditingkatkan.
- proses dari indikasi hingga putusan dipercepat dengan tetap menjaga due process.
3. High Shareholding Concentration dan penguatan metodologi IHSG.
Per 13 Oktober 2026 terdapat 80 saham dalam daftar HSC. Pada September, 63 saham HSC mewakili sekitar 28,8% kapitalisasi pasar, namun hanya sekitar 5% dari nilai transaksi. Saham HSC telah dikeluarkan dari LQ45, IDX30, dan IDX80, sementara JCI tilting tengah dikembangkan. PAEI mengusulkan pengembangannya menjadi Investability Adjustment Factor yang berbasis aturan, menggunakan data terpublikasi (actual tradable float, konsentrasi kepemilikan, dan likuiditas), diterapkan bertahap, serta disertai penyesuaian divisor. Zero weighting dapat dipertimbangkan untuk kasus ekstrem dengan kriteria yang eksplisit.
4. Dari regulasi menuju evidence.
Tantangan saat ini bukan lagi kekurangan aturan, melainkan pembuktian implementasi dan dampaknya. PAEI mendorong recovery roadmap terbuka yang memuat concern utama, action plan, penanggung jawab, timeline, serta indikator outcome yang terukur. Contohnya tren konsentrasi kepemilikan, free float efektif, dan jumlah kasus yang dituntaskan. Peningkatan kualitas information flow, termasuk keterbukaan informasi dalam bahasa Inggris, perlu menjadi bagian dari roadmap tersebut.
5. Fundamental emiten tetap solid; fokus utama adalah pemulihan kepercayaan.
Persoalan market integrity perlu dibedakan dari kualitas fundamental emiten. Secara tahunan hingga Juni 2026, pendapatan emiten tumbuh sekitar 15,9% dan laba bersih sekitar 16,3%. Sekitar 74% emiten membukukan laba. Valuasi pasar berada di kisaran 9,4 kali P/E (per 9 Oktober 2026), dengan basis investor mencapai 31,1 juta SID. Fondasi ini akan optimal apabila didukung transparansi, likuiditas, investability, dan enforcement yang kredibel dalam satu agenda reformasi yang konsisten.
Dari kelima poin tersebut, PAEI menyimpulkan, benchmark perlu diperbaiki, tetapi underlying pasar juga harus diperbaiki. "Restore trust first, and the market will follow."
(red)

























