Logo Bloomberg Technoz

Manufaktur RI Ekspansif di Kuartal III, Kuartal IV Lebih Nanjak

Hidayat Setiaji
19 October 2026 11:46

Mineral ikutan timah, monasit di Pabrik Peleburan Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Bloomberg Technoz-Mis F.
Mineral ikutan timah, monasit di Pabrik Peleburan Timah, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Bloomberg Technoz-Mis F.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja industri pengolahan atau manufaktur pada kuartal III-2026 meningkat. Bahkan lebih ekspansif dari kuartal sebelumnya.

Pada Senin (19/10/2026), Bank Indonesia (BI) melaporkan aktivitas industri pengolahan yang dicerminkan dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) untuk periode kuartal III-2026 berada di 52,28%. PMI-BI di atas 50% menandakan aktivitas yang berada di zona ekspansi.

Bahkan ekspansi sektor manufaktur lebih mantap ketimbang kuartal II-2026 dengan PMI-BI sebesar 51,43%.


"Berdasarkan komponen pembentuknya, komponen Volume Persediaan Barang Jadi, Volume Produksi, dan Volume Total Pesanan tercatat meningkat dan berada pada fase ekspansi. Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), PMI-BI pada sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Barang Galian Bukan Logam, diikuti Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, Industri Karet, Barang dari Karet dan Plastik, serta Industri Tekstil dan Pakaian Jadi," papar laporan BI.

Untuk kuartal IV-2026, PMI-BI diperkirakan bahkan lebih baik lagi di 52,37%. Berdasarkan komponen pembentuknya, Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan diperkirakan tetap berada pada fase ekspansi.