5 Poin Penting Agar Bursa Saham RI Tidak Sejajar dengan Zimbabwe
Redaksi
19 October 2026 10:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perkumpulan Analis Efek Indonesia (PAEI) melakukan dialog bersama OJK dan BEI serta para manajer investasi pada akhir pekan kemarin, Minggu (19/10/2026), sebagai respons atas guncangan yang disebabkan wacana MSCI untuk memasukkan bursa saham RI ke kategori standalone market.
Setidaknya ada lima poin penting hasil dari pertemuan tersebut. Poin ini dinilai menjadi kunci agar pasar saham Indonesia tetap bertahan dan tidak masuk kategori standalone market yang sejajar dengan bursa saham seperti Zimbabwe hingga Argentina.
Berikut kelima poin tersebut, dikutip dari keterangan resmi PAEI.
1. PAEI mendukung penuh agenda reformasi OJK dan SRO.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, reformasi telah mencakup keterbukaan kepemilikan saham di atas 1%, klasifikasi 39 kategori investor, transparansi UBO, perluasan cakupan high shareholding concentration (HSC), kenaikan free float minimum menjadi 15%, penyempurnaan Watchlist Board, implementasi short selling, serta publikasi haircut dan collateral. PAEI mencermati konsultasi MSCI yang berlangsung hingga 30 April 2027 dan siap menyampaikan masukan secara konstruktif. Konsultasi ini adalah ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan bukti hasil reformasi.


























