"Margin penyulingan saat ini sangat kuat, sehingga pihak kilang memaksimalkan kapasitas produksi untuk mengejar keuntungan tersebut," imbuhnya, merujuk pada prioritas penyuling terhadap produk lain seperti diesel.
Menurut penyedia data ClearLynx LLC, tekanan pasokan akibat dua perang tersebut telah mendorong harga bahan bakar kapal jenis HSFO di Singapura ke level tertinggi sejak April.
Singapura sendiri merupakan pemasok bahan bakar kapal terbesar di dunia. Data Bloomberg Fair Value pada Kamis menunjukkan bahwa harga HSFO di Asia melonjak tajam dibandingkan harga minyak mentah, naik ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.
Permintaan HSFO sebagai bahan baku kilang turut memperparah tekanan pasokan. Gallagher menyebut kilang-kilang di Asia Utara diperkirakan akan menggunakan lebih dari 1 juta ton HSFO untuk memasok unit pemrosesan pada November, setelah ekspor minyak mentah Arab Saudi melalui Laut Merah terganggu.
Dia menambahkan, jika pasokan minyak mentah medium dan heavy kembali tersedia bagi kilang-kilang tersebut, ketergantungan mereka terhadap bahan bakar minyak sebagai bahan baku akan berkurang, sehingga volume tersebut akan kembali tersedia untuk kebutuhan bahan bakar kapal.
Kondisi yang tidak terlalu ketat justru terlihat pada jenis bahan bakar kapal lainnya, yaitu bahan bakar rendah sulfur (low-sulfur fuel oil/LSFO).
Gallagher mengatakan pasar bahan bakar tersebut "lebih stabil" karena China terus mengekspor minyak, sementara kilang Dangote di Nigeria telah meningkatkan tingkat operasionalnya sejak Agustus dan mengekspor dua hingga tiga kargo Suezmax per bulan.
Meski demikian, masih ada tekanan di sana. Pemasok dan pedagang bahan bakar kapal yang hadir di Sibcon mengungkap adanya persaingan sangat sengit untuk mendapatkan komponen pencampur (blending components) yang digunakan untuk mengurangi kadar pengotor, tingkat kemudahan terbakar, dan viskositas dalam bahan bakar kapal demi menghasilkan bahan bakar jenis LSFO.
(bbn)



























