Logo Bloomberg Technoz

Perjuangan Tiada Henti Korban Gagal Ginjal Akut Anak

Ezra Sihite
07 February 2023 05:57

Para korban/penggugat dalam kasus Gagal Ginjal Akut menghadiri sidang lanjutan class action, Selasa (7/2/2023). (Bloomberg Technoz/ Sultan Ibnu Affan)
Para korban/penggugat dalam kasus Gagal Ginjal Akut menghadiri sidang lanjutan class action, Selasa (7/2/2023). (Bloomberg Technoz/ Sultan Ibnu Affan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - "Memang anak saya meninggal dunia tapi banyak anak yang masih bertahan di RSCM."

Kalimat itu terucap dari Nedy Amardianto pada Senin petang (6/2/2023). Dia, ayah seorang bayi yang meninggal setelah mengalami gagal ginjal akut. Namanya Aisha Kharisma Novandinarianto. Nedy menjelaskan, bayi Aisha yang baru berusia 10 bulan meninggal pada 13 November 2022 silam di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). 

Adanya kasus baru gagal ginjal akut pada anak (GGAPA) yang terbaru dirilis kembali oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Senin pagi (6/2/2023). Kondisi itu menunjukkan bahwa kasus gangguan ini masih menjadi pekerjaan rumah khususnya bagi Kemenkes berikut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kasus baru ini, satu anak meninggal dunia dan satu lainnya masih suspek dilaporkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta.

Nedy bercerita, awalnya bayi Aisyah mengalami batuk pilek kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan (faskes) pada 13 Oktober 2022. Bayi itu kemudian diresepkan obat sirup paracetamol buatan Afi Farma yang juga ditebus di faskes setempat. Belakangan sirup obat itu diketahui ditarik dari peredaran dan termasuk yang dilarang BPOM. Namun hal itu terjadi setelah korban jatuh. Suhu tubuh Aisha saat awalnya dibawa ke faskes kata dia memang cukup tinggi yakni 39,41 derajat. Setelah diberikan obat sirup itu, panasnya sempat mereda. Si bayi pun dibawa pulang. Namun ternyata gejala yang tak biasa terjadi.

"Sehari bisa ganti pampers 8 kali namun hari itu hanya 2 kali. Lalu 14 oktober (bayi) minum obat itu cuma sekali dan panasnya naik turun, terus-terusan panas," kata dia kepada Bloomberg Technoz.