Sentimen negatif datang dari Amerika Serikat (AS). S&P Global melaporkan, pembacaan awal aktivitas sektor swasta di Negeri Paman Sam untuk periode September menunjukkan angka yang luar biasa.
Pada September, pembacaan awal (flash reading) aktivitas sektor swasta AS yang dicerminkan dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) ada di 58,4. Ini menjadi yang tertinggi sejak Juli 2021.
Data ini memberi pesan bahwa perekonomian Negeri Adikuasa masih solid. Berdaya tahan untuk menerima kenaikan suku bunga demi meredam tekanan inflasi.
Bank sentral AS Federal Reserve sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) ke 3,75-4% dalam rapat bulan ini. Sepertinya itu bukan yang pertama.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan Federal Funds Rate menjadi 4-4,25% dalam rapat Oktober mencapai 69,7%, Naik dibandingkan posisi kemarin yakni 55,4%.
Ekspektasi suku bunga yang higher for longer membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melonjak. Kemarin, yield untuk tenor 10 tahun melonjak 15,4 bps ke 5,124%. Ini menjadi yang tertinggi sejak 2007.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi dan keuntungan di instrumen lain lebih menggiurkan.
(aji)






























