Logo Bloomberg Technoz

Namun, seorang pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan kepada Reuters bahwa laporan tersebut tidak akurat.

Sementara itu, harga minyak mentah kembali menembus US$100 per barel dalam perdagangan yang bergejolak, menghentikan penurunan selama lima hari berturut-turut.

Investor memperhitungkan gangguan di pasar bahan bakar global serta serangan baru di Selat Hormuz di tengah perang Iran. Brent, yang menjadi patokan harga minyak global, ditutup naik hampir 4% menjadi sekitar US$103 per barel.

Meski masih berada jauh di atas level sebelum perang, kontrak berjangka minyak bergerak dalam kisaran yang relatif lebih terbatas dibandingkan harga bahan bakar, karena sebagian pasokan minyak mentah masih dapat keluar dari Timur Tengah.

Harga diesel telah melonjak lebih dari 80% sepanjang tahun ini, dengan harga diesel eceran di AS mencapai rekor, sehingga menambah tekanan kepada konsumen menjelang pemilu paruh waktu pada November.

Lonjakan biaya energi juga menjadi tantangan bagi Federal Reserve dan bank sentral lainnya yang berupaya mengendalikan inflasi.

AS telah menjadi pemasok diesel utama ketika dunia menghadapi penurunan arus pasokan akibat gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh perang Iran serta konflik Rusia-Ukraina.

Kekhawatiran terhadap dampak penghentian ekspor diesel AS membayangi optimisme bahwa ekspor minyak mentah Arab Saudi akan kembali pulih.

Arab Saudi disebut menargetkan dimulainya kembali secara signifikan operasi pipa East-West ke Laut Merah pada Sabtu, setelah terjadinya serangan drone.

Kerajaan tersebut juga tampaknya masih mempertahankan laju ekspor yang tinggi dari kawasan Teluk Persia.

Persediaan diesel AS terus menyusut, turun 428.000 barel, menurut data Energy Information Administration (EIA).

Penurunan tersebut terjadi meskipun persediaan minyak di Cushing, Oklahoma, naik sedikit lebih dari 2 juta barel ke level tertinggi sejak Mei, berdasarkan data tersebut.

Namun, ekspor produk distilasi turun ke level terendah dalam hampir tiga bulan, sehingga memunculkan harapan bahwa penurunan ekspor tersebut dapat membantu mencegah diberlakukannya larangan ekspor.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pada Rabu bahwa pemerintahan Trump bekerja sama dengan perusahaan kilang untuk secara sukarela mengurangi ekspor bahan bakar.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa Wright mengecilkan efektivitas larangan ekspor secara penuh.

Jika larangan ekspor diesel AS diberlakukan, kebijakan tersebut berpotensi memperketat pasokan di pasar Eropa dan wilayah lainnya. Ekspor diesel AS melonjak ke rekor mingguan, mendekati 2 juta barel per hari pada bulan lalu.

Meskipun larangan tersebut berpotensi menurunkan harga diesel domestik AS pada awalnya, keterbatasan dalam mengangkut minyak ke berbagai wilayah di dalam negeri pada akhirnya akan menyebabkan persediaan menumpuk.

Kondisi tersebut kemudian dapat memaksa perusahaan kilang memangkas produksi, kata Hamad Hussain, ekonom senior bidang iklim dan komoditas di Capital Economics.

Serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz mendorong sebagian trader mengambil posisi beli pada Rabu.

United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal kargo terbakar dan hanyut setelah terkena serangan ketika melintasi jalur energi paling penting di dunia, yang menegaskan risiko yang masih berlangsung meskipun semakin banyak barel minyak dapat melewati jalur tersebut menggunakan kapal tanker yang mematikan transponder mereka.

Para trader juga mengamati kemungkinan kemajuan menuju kesepakatan yang dapat membantu menstabilkan pelayaran melalui Selat Hormuz ketika para diplomat berkumpul di New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Trump mengatakan para pejabat telah mengadakan pertemuan yang “sangat produktif”, meskipun sebelumnya ia mengancam akan “memusnahkan” Republik Islam Iran. Trump menambahkan bahwa pertemuan lainnya akan digelar.

Harga

  • Kontrak berjangka diesel AS turun 3,4% menjadi US$4,78 per galon di New York.
  • Diesel sempat turun hingga 7,5% pada perdagangan intraday.
  • WTI untuk pengiriman November naik 1,8% menjadi US$92,16 per barel.
  • Brent untuk penyelesaian November naik 3,9% menjadi US$103,08 per barel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada para pemimpin dunia dalam sidang PBB bahwa negaranya tidak akan mengizinkan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih diberlakukan, yang menegaskan sulitnya mencapai kesepakatan damai dengan Washington.

Berbagai upaya untuk mengakhiri konflik sejauh ini belum membuahkan hasil, termasuk kesepakatan sementara pada Juni yang hanya berlaku dalam waktu singkat.

Sejak saat itu, AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sehingga membatasi pendapatan ekspor negara tersebut. Sebagai balasan, Iran terus melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.

(bbn)

No more pages