Logo Bloomberg Technoz

GOTO saat ini meminta persetujuan pemegang saham untuk menghapus sekitar 32,18 miliar saham treasuri melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Oktober 2026.

Saham tersebut merupakan hasil program buyback yang berlangsung pada 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025. Dalam periode tersebut, GOTO mengeluarkan dana sekitar Rp2,09 triliun untuk membeli kembali saham perseroan.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo mengatakan perseroan sebelumnya berencana mengalihkan saham hasil buyback tersebut melalui program Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP). Namun, rencana tersebut kemudian dibatalkan dan saham treasuri akan dialihkan melalui mekanisme pengurangan modal.

Rencana penghapusan 32,18 miliar saham tersebut mencakup sekitar 80,89% dari total saham treasuri GOTO yang mencapai 39,78 miliar saham hingga akhir September 2026.

Pengurangan jumlah saham ditempatkan dan disetor tersebut nantinya akan berdampak terhadap perhitungan earnings per share (EPS) perseroan. Dengan jumlah saham beredar yang lebih rendah, EPS secara matematis dapat menjadi lebih besar dengan asumsi laba bersih tetap.

Sementara itu, GOTO masih memiliki sekitar 7,59 miliar saham Seri A hasil buyback periode 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026 yang belum ditentukan rencana pengalihannya. Manajemen menyatakan masih melakukan kajian internal terkait penggunaan saham treasuri tersebut.

Di sisi lain, GOTO juga telah mengantongi persetujuan untuk melanjutkan program buyback saham senilai maksimal Rp3,5 triliun untuk periode 2026-2027.

Manajemen menyebut aksi tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan modal, termasuk optimalisasi struktur modal.

Perseroan juga berharap buyback dapat membantu agar performa harga saham mencerminkan nilai fundamental perusahaan serta mendukung potensi pengembalian nilai bagi pemegang saham.

Periode pelaksanaan buyback tersebut berlangsung selama 12 bulan, yang diperkirakan berjalan mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027. Perseroan menyatakan sumber dana buyback bukan berasal dari dana hasil penawaran umum maupun pinjaman atau utang.

Dengan demikian, pembelian saham oleh Morgan Stanley pada September berlangsung ketika GOTO tengah menjalankan rangkaian kebijakan terkait pengelolaan saham treasuri dan buyback, termasuk rencana pengurangan modal melalui penghapusan sebagian saham hasil buyback.

(dhf)

No more pages