Logo Bloomberg Technoz

Calon pesaing Whoop tersebut mendapat perhatian khusus dari Executive Chairman Apple Tim Cook dan kepala divisi layanan Apple Eddy Cue, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Eddy Cue mengambil alih upaya kesehatan Apple pada akhir tahun lalu.

Meskipun Apple masih menjadi salah satu penjual smartwatch terbesar, terutama di Amerika Serikat, pesaing seperti Whoop dan pembuat cincin pintar Oura Inc. berkembang pesat, dengan masing-masing memiliki jutaan pengguna. Pertumbuhan mereka mendorong Apple untuk mempertimbangkan kembali pendekatannya terhadap pelacakan kesehatan dan kebugaran.

Pada saat yang sama, sedang berlangsung perubahan kepemimpinan di bisnis Apple Watch dan kesehatan. Jeff Williams, mantan COO yang mengawasi kedua bidang tersebut, pensiun pada akhir tahun lalu.  Stan Ng, yang memimpin pemasaran Apple Watch dan kesehatan, serta Jay Blahnik, yang menjalankan strategi kebugaran Apple, juga telah meninggalkan perusahaan.

Eddy Cue mendorong tim kesehatan Apple untuk mengadopsi fitur-fitur dari para pesaing baru tersebut, yang produknya menawarkan antarmuka lebih sederhana dan secara khusus berfokus pada pelacakan kebugaran serta kesehatan. Apple Watch memiliki fungsi yang lebih luas.

Apple telah mulai memasukkan fitur-fitur bergaya Whoop ke Apple Watch terbaru dan aplikasi Health yang telah diperbarui. Fitur tersebut mencakup pelacakan detak jantung yang lebih canggih serta metrik yang menilai kesiapan pengguna untuk menjalani aktivitas dalam sehari. Teknologi tersebut juga dapat memperkirakan usia biologis seseorang berdasarkan data kesehatan.

Aplikasi baru tersebut juga memiliki antarmuka yang lebih bersih dan lebih mudah dipahami, yang mencerminkan pengaruh produk-produk pesaing.

Oura mengajukan dokumen untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO pada bulan ini. Sementara itu, Whoop, yang kini memiliki valuasi sekitar US$10 miliar, telah mengatakan kepada Bloomberg News bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan IPO pada masa mendatang.

Google milik Alphabet Inc. juga telah memasuki pasar perangkat wearable tanpa layar melalui peluncuran Fitbit Air baru-baru ini. Garmin, yang merupakan salah satu pelopor perangkat pelacak lokasi dan kebugaran, juga menawarkan gelang pintar tanpa layar.

Sejumlah anggota tim perangkat  Vision Apple telah berpartisipasi dalam pekerjaan rekayasa tahap awal untuk perangkat pelacak baru tersebut.

Tim tersebut diketahui mengembangkan headset Vision Pro dan sedang mengerjakan perangkat wearable lainnya, termasuk kacamata pintar pertama Apple dan AirPods dengan kamera, yang keduanya ditargetkan untuk diluncurkan pada 2027.

Baca Juga: Apple Watch yang Minim Inovasi di Era Gelang Pintar Tanpa Layar

Apple juga sedang mengembangkan liontin berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi kamera, meskipun proyek tersebut telah ditunda. Perangkat itu dirancang agar pengguna dapat mengenakannya sebagai kalung, memasangnya pada pakaian, atau menempatkannya di bagian tubuh lainnya. Perangkat tersebut akan mengumpulkan data visual untuk diproses oleh asisten AI Siri yang baru.

Apple juga melakukan berbagai upaya lain untuk mengintegrasikan AI ke dalam produknya. Awal bulan ini, perusahaan memperkenalkan sebuah jam tangan yang dapat merekam audio sepanjang hari dan menggunakan AI untuk membuat rangkuman percakapan serta aktivitas penggunanya.

Apple lantas tengah mengerjakan pembaruan besar untuk lini smartwatch yang dapat dirilis paling cepat pada akhir 2027. Desain ulang tersebut akan mengikuti beberapa tahun perubahan yang lebih bertahap.

Apple membuat model utama jam tangannya lebih tipis melalui Series 10 dua tahun lalu, tetapi model Ultra yang lebih besar masih mempertahankan tampilan yang sama sejak diperkenalkan empat tahun lalu.

(red)

No more pages