Logo Bloomberg Technoz

“Sekarang kita operasi pasar, kemudian bantuan pangan untuk 33,4 juta orang seluruh Indonesia, kemudian SPHP ada 1 juta. Insyaallah turun,” kata Amran.

Tidak Cukup

Dalam kesempatan lain, pakar memperkirakan pemerintah tengah menghadapi dilema baru dalam mengatasi kelangkaan beras jenis premium di jaringan ritel modern dalam beberapa waktu terakhir.

Pasalnya, berdasarkan data per 14 September 2026, Perum Bulog hanya mempunyai stok beras komersial sekitar 160.000 ton dari total stok yang dikelola sebnayak 4,71 juta ton. Namun, mayoritas adalah beras SPHP.

Dengan volume tersebut, Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai bahwa stok tersebut secara hitungan kasar hanya akan mencukupi sekitar dua bulan ke depan.

"Setelah itu, berasnya dari mana?," ujar Khudori dalam catatannya, Senin (12/9/2026).

Dia pun memperkirakan kelangkaan beras premium di jaringan ritel modern akan terus berlanjut. Stok bulog tersebut tidak akan cukup memenuhi kebutuhan beras yang beredar di semua ritel modern di Tanah Air diperkirakan antara 120.000 hingga 135.000 ton per bulan.

"Artinya, krisis beras premium di ritel modern kemungkinan tetap berlanjut. Konsumen masih memiliki alternatif untuk membeli beras premium di pasar tradisional, toko, pengecer, dan lainnya. Namun, harga beras premium itu hampir pasti berada di atas HET," tutur dia.

(ain)

No more pages