Logo Bloomberg Technoz

Dari 110 ZOM atau 33% luas daratan Indonesia yang secara klimatologis memiliki hujan sepanjang tahun, sebanyak 98 ZOM mengalami musim kemarau akibat anomali curah hujan rendah yang dipengaruhi El Niño.

BMKG mencatat anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 pada Agustus mencapai +2,83°C. Sementara rata-rata tiga bulanan Juli-September berada di sekitar +2,6°C, yang menunjukkan El Niño masih berada pada kategori sangat kuat.

Ardhasena mengatakan pemantauan El Niño dilakukan menggunakan indikator dengan rentang waktu bulanan hingga tiga bulanan karena fenomena tersebut berbeda dengan cuaca harian. 

Dalam memperbarui prediksinya, BMKG mempertimbangkan kondisi laut, atmosfer, sub-surface atau kondisi bawah permukaan laut, berbagai skenario, serta tingkat keandalan model prediksi.

Untuk mengantisipasi kondisi kering yang masih berlangsung, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah. Di sektor pangan, pemerintah dan masyarakat diminta menyesuaikan jadwal tanam, memilih varietas tanaman dengan siklus lebih pendek, serta mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

Di sektor sumber daya air, masyarakat perlu menghemat penggunaan air, memanfaatkan air hujan dan menambah kapasitas tampung pada skala rumah tangga. Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan juga diminta mengidentifikasi potensi cekungan air tanah dan lokasi sumur bor serta mengoptimalkan pengelolaan drainase dan konservasi air secara berkelanjutan.

Sementara di sektor energi, pengelolaan inflow dan elevasi waduk serta pelepasan air perlu dilakukan secara proporsional untuk mendukung operasional PLTA. Untuk lingkungan dan kesehatan, perlu disiapkan respons terhadap kualitas udara yang kurang sehat akibat mundurnya musim hujan, mengoptimalkan sirkulasi udara ruangan, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan larvasidasi untuk mengantisipasi lonjakan kasus demam berdarah setelah hujan dan genangan terjadi.

(dec)

No more pages