Logo Bloomberg Technoz

“Saya minta maaf, tadi saya ingat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus dan kita seolah-olah kurang berdaya untuk membantu mereka,” ujar Kepala Negara.

Berkaca dari peristiwa yang dialami warga Palestina, Prabowo menilai seluruh masyarakat Indonesia—termasuk pemuka agama di Pesantren Gontor, harus membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat sehingga tidak dapat diinjak-injak negara lain.

“Kita harus belajar dari sejarah tadi dikatakan, yah kita ingin membangun sejarah, tapi kita harus belajar dari sejarah, dan kita harus jujur kepada diri kita, kita harus jujur, bukan kepada orang lain, kita harus jujur kepada diri kita sendiri,” ucap Prabowo.

Sekadar informasi, Prabowo sempat menerima sambungan telepon dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Senin (15/6/2026) malam.

Dalam percakapan tersebut, Abbas memberikan penjelasan ihwal kondisi terkini di Palestina. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Abbas turut menyampaikan ungkapkan terima kasih atas dukungan Indonesia yang diberikan kepada masyarakat Palestina.

“Presiden Mahmoud Abbas menyampaikan perkembangan terkini di Palestina serta menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan nyata Indonesia kepada rakyat Palestina,” kata Teddy melalui siaran pers, medio Juni.

Abbas, kata Teddy, menilai Indonesia memiliki posisi penting dan menjadi perhatian dalam berbagai forum internasional. “Presiden Mahmoud Abbas juga menyampaikan harapannya agar Indonesia terus memainkan peran aktif dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Menurut Presiden Abbas, suara dan kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo memiliki arti penting dan mendapat perhatian luas dalam berbagai forum internasional,” kata Teddy.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan masyarakat Palestina. Teddy menambahkan, Prabowo juga mendorong terciptanya perdamaian di Palestina.

“Melalui komunikasi kedua pemimpin tersebut, Indonesia kembali menegaskan posisinya untuk terus berdiri bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya,” kata Teddy.

Prabowo sendiri berulang kali menyatakan dukungan terhadap gagasan solusi dua negara atau Two States Solution untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina. Ia mengatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel jika Israel telah lebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina. 

Hal tersebut juga sempat dinyatakan Prabowo ketika memberikan pidato di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (22/9/2025), waktu setempat. 

“Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian. Indonesia menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan untuk keamanan Israel,” ujar Prabowo yang disiarkan secara virtual, September 2025.

Menurutnya, pengakuan merupakan peluang nyata perdamaian abadi bagi seluruh pihak. Sehingga, Prabowo menyerukan kepada negara lain untuk mengakui kemerdekaan Palestina dan menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza. Lagipula, Kepala Negara menggarisbawahi, beberapa negara terkemuka seperti Prancis, Inggris, Kanada hingga Australia sudah memberikan pengakuan terhadap Palestina.

(azr/wep)

No more pages