Logo Bloomberg Technoz

Dia menilai mekanisme grading juga dapat mendorong mitra yayasan melakukan pembenahan sarana dan prasarana dapur. Dengan adanya standar yang jelas, mitra dapat mengetahui aspek apa saja yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas SPPG.

Edy mengatakan BGN sebelumnya telah memiliki konsep grading SPPG dengan kategori seperti A, B, dan C. Menurutnya, sistem tersebut perlu dilanjutkan dan dapat menggunakan sejumlah indikator, antara lain Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, serta standar keamanan pangan.

"Jangan sampai nutupnya setelah keracunan. Kan pesawat sudah jatuh," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa sejumlah dapur yang saat ini terlihat seperti ditutup sebenarnya tidak seluruhnya dihentikan secara permanen. BGN melakukan penonaktifan sementara atau pause terhadap dapur-dapur tertentu dalam rangka penertiban administrasi dan virtual account (VA).

Sudaryono mengatakan dari 27.022 dapur yang beroperasi, BGN menemukan jumlah VA yang lebih dari jumlah dapur. Karena itu, BGN melakukan penelusuran terhadap dapur yang memiliki lebih dari satu VA maupun VA yang tidak aktif.

"Ini bukan kalau kami tutup atau kami hapus VA-nya, tapi kami, apa ya, di-pause. Jadi bukan dipiris atau dipilih, tapi ini yang  dii-pause," kata Sudaryono.

Dia menegaskan dapur yang sudah memiliki SPPG dan VA tetapi belum beroperasi juga dapat dinonaktifkan sementara. Menurutnya, langkah tersebut bukan berarti dapur ditutup permanen, karena VA dapat kembali diaktifkan ketika dapur tersebut sudah beroperasi.

"Kami paham, saya juga banyak dihubungi oleh banyak pihak itu ya, bahwa dapur-dapur yang sudah 100%, ada SPPG sudah ada, VA-nya sudah diberikan, tapi belum sempat beroperasi,"katanya.

(dec/spt)

TAG

No more pages

Artikel Terkait