Logo Bloomberg Technoz

Harga emas akhirnya naik usai mengalami koreksi tiga hari berturut-turut. Selama tiga hari tersebut, harga berkurang hampir 2%.

Sepertinya harga yang sudah ‘murah’ membuat investor kembali melirik emas. Aksi borong membuat harga naik.

“Sedang terjadi koreksi dari reaksi yang berlebihan. Namun kenaikan yield (imbal hasil) obligasi dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) masih akan membatasi gerak harga emas dalam waktu dekat,” kata Christopher Wong, Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp. seperti dikutip dari Bloomberg News.

Selain itu, kenaikan harga emas juga ditopang oleh penurunan harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di anjlok hampir 2% ke US$ 104,08/barel.

Bloomberg News memberitakan, Arab Saudi tengah berupaya untuk memulihkan sekitar setengah dari kapasitas jalur distribusi Timur-Barat dalam beberapa hari ke depan. Jalur ini ditutup pekan lalu akibat serangan pesawat nirawak (drone) Iran.

“Kekhawatiran seputar defisit fiskal, beban utang, serta pada akhirnya pelemahan dolar AS dan pelonggaran moneter akan menopang harga emas, meski masih akan ada volatilitas dalam waktu dekat. Koreksi harga menuju US$ 4.000/troy ons menjadi kesempatan untuk menambah eksposur,” tegas Giovanni Staunovo, Strategist di UBS Group AG, dalam catatannya.

(aji)

No more pages