Kesepakatan ini meredakan ketegangan di perusahaan yang memasok memori bandwidth tinggi yang dibutuhkan Nvidia Corp. dan produsen chip lainnya untuk akselerator yang menjadi fondasi pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Pengesahan ini terjadi setelah sekitar dua pekan negosiasi ulang, menyusul penolakan anggota serikat pekerja terhadap kesepakatan awal yang bersifat tentatif pada Agustus lalu, di mana 50,08% memberikan suara menentang kesepakatan tersebut.
Salah satu poin kritis yang menjadi hambatan adalah usulan manajemen untuk mengalihkan sebagian besar bonus bagi hasil dari uang tunai ke saham, termasuk saham terbatas yang tidak dapat langsung dijual oleh karyawan.
Serikat pekerja perusahaan chip memori terbesar kedua di dunia tersebut awalnya menentang usulan tersebut. Kelompok ini beralasan bahwa hal itu akan merusak kerangka kerja bagi hasil yang telah disepakati tahun lalu.
Dalam kerangka kerja tersebut, SK Hynix setuju untuk menghapus batas atas bonus bagi hasil dan mengalokasikan 10% dari laba operasional tahunan kepada karyawan selama 10 tahun. Besaran dan struktur bonus tersebut telah menjadi isu yang menjadi sorotan, tidak hanya bagi SK Hynix dan karyawannya, tetapi juga di seluruh Korea Selatan seiring sektor semikonduktor yang sedang booming menghasilkan laba rekor.
Kedua belah pihak juga telah sepakat bahwa karyawan akan menunda pembayaran 3% dari gaji mereka untuk sementara waktu jika SK Hynix mengalami kerugian, dengan gaji penuh akan dikembalikan begitu bisnis pulih.
(bbn)
































