Logo Bloomberg Technoz

Keterbatasan tersebut paling mudah terlihat pada makanan yang memiliki struktur tipis dan kompleks, seperti mie, pasta, keju leleh, saus, atau serat daging.

Menurut penjelasan sejumlah peneliti yang dikutip The Verge, model AI dapat kesulitan mempertahankan struktur objek yang tipis dan berkesinambungan.

Akibatnya, mie dapat terlihat seperti menjalar ke tempat yang tidak semestinya. Sementara lubang, biji, dan tekstur makanan bisa muncul dalam jumlah atau posisi yang tidak masuk akal.

Masalahnya bukan semata-mata AI menghasilkan gambar yang buruk. Gambar justru terlihat sangat detail dan realistis saat sekilas dilihat. Namun, ketika diperhatikan lebih dekat, terdapat elemen yang terasa tidak masuk akal, dimana AI cenderung meniru pola visual yang terdapat dalam datanya, bukan memahami konsep makanan sebagaimana manusia.Karena itu, model dapat menghasilkan makanan yang secara tampilan menyerupai foto makanan tetapi tidak mengikuti logika objek di dunia nyata.

Spanduk Warung Masuk Era AI

Di Indonesia, penggunaan AI untuk menghasilkan atau mengedit gambar makanan juga semakin mudah dilakukan. Berbagai layanan AI memungkinkan pengguna membuat visual makanan hanya dengan memasukkan perintah teks atau menggunakan foto yang sudah dimiliki.

Tren penggunaan AI untuk kebutuhan makanan bahkan sudah berkembang di luar pembuatan spanduk. Layanan pesan-antar makanan juga mulai memanfaatkan AI untuk membuat deskripsi menu, foto makanan, dan rangkuman ulasan pelanggan.

Uber Eats juga dilaporkan menggunakan AI untuk sejumlah kebutuhan tersebut. Bagi pelaku usaha kuliner, teknologi ini menawarkan keuntungan yang jelas. Mereka tidak perlu selalu menyewa fotografer, menyediakan properti pemotretan, atau membuat desain dari awal setiap kali ingin mengganti menu.

Satu foto makanan bahkan dapat diedit menjadi berbagai latar dan format promosi. Namun, semakin mudah sebuah teknologi digunakan semakin besar pula kemungkinan banyak orang menghasilkan visual dengan gaya yang mirip. Jika pelaku usaha menggunakan model, template, dan pola perintah yang sama, spanduk berbagai warung dapat kehilangan ciri khasnya.

(mef/wep)

No more pages