Logo Bloomberg Technoz

“Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan BBM di Makassar agar kebutuhan energi masyarakat dapat dilayani dengan semakin baik,” ungkap Deny.

Sebelumnya, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR PPN Regional Sulawesi Okky Aditya Wibowo menyatakan per Senin (14/9/2026), dari total 45 SPBU yang melayani masyarakat, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% kondisi antreannya kondusif.

Okky mengatakan sejumlah upaya telah dilakukan, antara lain penambahan operator dan jalur pelayanan BBM subsidi di sejumlah SPBU, pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam, serta penambahan titik penyaluran melalui SPBU Modular di Center Point of Indonesia (CPI).

Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk menambah kapasitas pelayanan sekaligus memberikan alternatif titik pengisian bagi masyarakat.

"Dari total 45 SPBU di Kota Makassar, lebih dari 35 SPBU atau sekitar 80% sudah menunjukkan kondisi antrean yang semakin kondusif. Waktu tunggu masyarakat juga semakin singkat. Berbagai langkah yang telah kami lakukan masih terus berjalan dan kami optimalkan bersama Pemerintah Daerah agar kondisi pelayanan BBM Subsidi terus membaik," ujar Okky, melalui keterangan persnya, Senin (14/9/2026).

Pengaturan sistem ganjil-genap juga masih diterapkan sesuai ketentuan untuk membantu menjaga kelancaran dan ketertiban pelayanan di SPBU.

Okky juga menjelaskan Pertamina terus memastikan pelayanan BBM subsidi berjalan secara optimal dengan memperkuat kapasitas di lapangan.

Pemantauan terhadap kondisi antrean juga dilakukan secara berkala untuk melihat kebutuhan di masing-masing SPBU dan menentukan penyesuaian yang diperlukan.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan antrean BBM bersubsidi di sejumlah daerah termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel) memanjang karena diwarnai aksi kecurangan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Para oknum memodifikasi tangki kendaraan mereka, seperti mobil jenis Pajero hingga truk, agar mampu menampung BBM bersubsidi hingga kapasitas 700 liter sampai 1 ton dalam sekali pengisian.

"Ada oknum-oknum yang menggunakan mobil Pajero hingga truk dengan tangki rakitan besar berkapasitas 700 liter sampai 1 ton untuk isi minyak di situ. Kalau begini caranya, mau tunggu Menteri ESDM turun dari langit pun masalah tidak akan selesai. Ini yang terjadi. Bingung kita," ungkap Bahlil dalam agenda Innovation Technology for Social & Environmental Awards di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Selain modus tangki modifikasi, Bahlil juga membeberkan indikasi oknum yang sengaja ikut mengantre padahal tangki kendaraannya belum kosong.

Menurutnya, banyak pemilik mobil maupun sepeda motor yang mendatangi SPBU hanya untuk mengisi bahan bakar sebanyak 10 hingga 20 liter, sehingga ikut memperpanjang barisan antrean.

Di sisi lain, Bahlil tak menampik adanya fenomena shifting atau peralihan konsumsi masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, termasuk di Makassar. Peralihan ini terdorong oleh lonjakan harga BBM nonsubsidi di pasaran yang membuat masyarakat mencari alternatif yang lebih murah.

Kendati begitu, dia memastikan pasokan BBM nasional tetap memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 20 hari ke depan atau sudah melampaui batas standar minimum nasional.

"Saya sudah minta tolong kerja sama dengan pihak kepolisian, itu [kelangkaan Pertalite] karena ada sebagian yang shifting, tetapi jauh lebih dari itu apa ya, mobilnya yang bagus, ya kita harus pakai perasaanlah [membeli Pertalite]," ungkap dia.

(azr/wdh)

No more pages