Kendati demikiran koreksi saham rokok itu relatif sebanding dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSGI) pagi ini. Indeks komposit kehilangan 53,23 poin (0,81%) ke level 6.481 pada pukul 09:10 WIB.
Hampir semua indeks saham utama di Asia yang sudah buka juga melemah. Antara lain Straits Times (Singapura), PSEi (Filipina), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), TW Weighted Index (Taiwan), Topix (Jepang), dan Shanghai Composite (China).
Sementara itu, NIKKEI 225 (Jepang), KOSPI (Korea Selatan), CSI 300 (China), dan Shenzhen Composite (China) melaju lebih baik dan dibuka menguat di zona hijau.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) usai satu jam berlangsung, volume perdagangan tercatat 10,79 miliar saham dengan nilai transaksi Rp4,78 triliun. Adapun frekuensi yang terjadi sebanyak 633.040 kali.
Sebanyak 318 saham menguat dan 283 saham melemah. Sementara 181 saham tidak bergerak.
Tanggapan Ekonom
Sebagian ekonom menilai pergantian posisi menteri keuangan ke Suahasil dianggap memberikan rasa aman kepada pelaku pasar. Alasannya, Suahasil memberikan rekam jejak yang panjang di otortas fiskal tersebut.
Guru Besar Universitas Airlangga Rahmi Gafni mengatakan tingkat familiaritas pasar terhadap Suahasil menjadi salah satu faktor utama yang membuat pergantian tersebut tidak menimbulkan guncangan kebijakan.
"Sebagai figur yang lama berada di dalam struktur internal Kementerian Keuangan, kehadirannya dipandang sebagai simbol keberlanjutan kebijakan dibandingkan perombakan radikal," kata Rahmi dalam catatannya, Senin (14/9/2026).
Menurut Rahmi, pasar telah memahami rekam jejak, gaya komunikasi, serta cara pandang Suahasil dalam menjaga disiplin fiskal. Karena itu, perpindahan posisi dari wakil menteri menjadi menteri keuangan dinilai lebih menyerupai kesinambungan manajerial ketimbang perubahan arah kebijakan fiskal secara drastis.
Penunjukan Suahasil, menurutnya, juga dinilai memberikan jaminan bahwa pemerintah tetap akan menjaga defisit serta kesehatan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Secara keseluruhan, pasar memandang pergantian ini sebagai langkah yang mengutamakan kepastian, stabilitas makro, dan terjaganya kepercayaan investor ketimbang perubahan arah angin kebijakan fiskal Indonesia," tutur dia.
Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Suahasil perlu menjag disiplin fiskal dan kredibiiltas batas defisit.
Fakhrul menilai Suahasil perlu menjaga fiscal buffer, tetapi pada saat yang sama menghindari konsolidasi yang terlalu cepat ketika sektor swasta belum sepenuhnya mengambil alih mesin pertumbuhan.
“Fiscal prudence bukan berarti selalu membelanjakan lebih sedikit. Prudence berarti tahu kapan harus menyimpan kapasitas, kapan menggunakannya, dan untuk apa kapasitas itu digunakan,” kata Fakhrul.
Di sisi penerimaan, Fakhrul menilai pekerjaan rumah menteri keuangan baru bukan hanya meningkatkan tax ratio, tetapi membangun strategi perpajakan yang sekaligus memperbesar ekonomi formal Indonesia.
“Kita sering memperlakukan rendahnya tax ratio sebagai persoalan pajak. Padahal sebagian persoalannya adalah struktur ekonomi. Basis pajak sulit membesar kalau basis ekonomi formalnya sendiri tidak berkembang cukup cepat.”
Karena itu, menurut Fakhrul, strategi penerimaan perlu berjalan bersama digitalisasi transaksi, integrasi data, peningkatan kepatuhan, perluasan akses keuangan, serta insentif agar rumah tangga dan pelaku usaha semakin memiliki keuntungan untuk masuk dan bertahan dalam sistem formal.
(naw)





























