Kemarin, yield US Treasury 10 tahun sempat menembus 5,01%, tertinggi sejak Oktober 2023. Kenaikan itu terjadi bersamaan dengan lonjakan harga minyak, dan semakin memperkuat kekhawatiran inflasi dan ekspektasi bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
Sementara dari dalam negeri terjadi pergantian pucuk pemimpin otoritas fiskal dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara, yang mendapat sentimen positif dari pelaku pasar. Meski begitu, pasar masih akan mencermati arah kebijakan terutama di tengah beban fiskal yang cukup berat.
Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, menyebut sikap konservatif di pasar obligasi disebabkan oleh peluang kenaikan suku bunga The Fed dan Bank of Japan pekan ini. Ia memperkirakan, yield obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun akan bergerak di rentang 7,15-7,2%.
"Kami merekomendasikan SUN 5 tahun sebagai instrumen trading maupun investasi yang lebih panjang," sebut Lionel.
(dsp/aji)





























